Sambut HUT Ke-74 RI, Para Nelayan di Kabupaten Demak Pasang Bendera Merah Putih di Kapalnya

Ratusan nelayan di Sungai Kumpulan Desa Buko, Kecamatan Wedung Kabupaten Demak memasang bendera merah putih.

Sambut HUT Ke-74 RI, Para Nelayan di Kabupaten Demak Pasang Bendera Merah Putih di Kapalnya
TRIBUN JATENG/MOCH SAIFUDIN
Perahu nelayan di Sungai Kumpulan, Desa Buko, Kecamatan Wedung Kabupaten Demak. 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Ratusan nelayan di Sungai Kumpulan Desa Buko, Kecamatan Wedung Kabupaten Demak memasang bendera merah putih.

Dari ratusan perahu nelayan berukuran sekira 7x2,5 meter tersebut, para nelayan mengaku memasang bendera merah putih sudah sejak lama, ada juga saat memasuki bulan Agustus 2019.

"Memasang bendera itu pribadi, tinggal yang punya kapal. Soalnya kalau dipasang bendera ketika ada angin kencang kainnya bisa mlebat-mlebat (bergerak tak beraturan), sehingga mengganggu laju kapal," jelas Manaf, salah seorang nelayan asal Desa Bandengan, Kecamatan Wedung, Selasa (13/8/2019).

Daftar Top Skor Piala AFF U-18 2019 - Gol Bagus Kahfi Tersalip Gelandang Timor Leste

Manaf (52) mengaku telah memasang bendera merah putih sejak sebelum bulan Agustus.

Karena ia merasa memasang bendera merah putih di kapalnya tersebut, merupakan inisiatifnya sendiri. Tidak ada imbauan dari siapapun.

Ia menjelaskan, terkait pemasangan bendera di perahu nelayan, ada yang memasang hanya di rumah, ada juga yang di perahu juga.

HUT Ke-74 RI, Seluruh Mal di Jawa Tengah Gelar Indonesia Great Sale. Ada Promo Hingga 74 Persen

"Kalau di rumah hampir setiap rumah memasang bendera. Namun soal perahu masing masing. Ada juga yang sudah robek terkena angin namun tak diganti," jelasnya.

Lanjutnya, ia berangkat melaut pukul 22.00 WIB, dan pulang sekitar siang hari. Ia biasa melaut di perairan Batang, dengan jarak lima jam perjalanan.

Sementara Kepala Desa Buko, Slamet Wahono mengatakan, pemasangan bendera merah putih selalu ia sampaikan ke warganya agar memasang bendera merah putih di bulan Agustus.

Kader JKN-KIS Bakal Datangi Peserta BPJS Kesehatan yang Menunggak Iuran

Lanjutnya, ia menyampaikannya di setiap Senin awal bulan perhitungan Jawa, yang dekat dengan lokasi Sungai Kumpulan.

"Memang di Sungai Kumpulan tidak hanya warga saya saja. Namun dari sungai tersebut terdengar suara pengajian," jelasnya.

Ia menyebut, di sungai tersebut terdapat nelayan dari berbagai desa. Diantaranya Ngawen, Berahan, Wedung dan lainnya. (Tribunjateng/Moch Saifudin)

Penulis: Moch Saifudin
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved