Satpol PP Salatiga Ajukan Anggaran Rp 40 Juta Untuk Penyediaan Air Bersih bagi Dua Kelurahan

Biaya pembelian air bersih selama empat bulan ke depan berkisar Rp 40 juta.

Satpol PP Salatiga Ajukan Anggaran Rp 40 Juta Untuk Penyediaan Air Bersih bagi Dua Kelurahan
Tribunjateng.com/Permata Putra Sejati
ILUSTRASI - Tim BPBD Kabupaten Cilacap saat melakukan droping air bersih kepada warga di Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, Selasa (23/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Guna mengatasi masalah kekeringan yang terjadi di Kelurahan Randuacir dan Kumpulrejo, Kota Salatiga, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengajukan anggaran penanganan sebagai biaya droping air bersih.

Kepala Satpol PP Kota Salatiga Yayat Nurhayat mengatakan total anggaran yang diajukan jajaranya kepada Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Salatiga untuk biaya pembelian air bersih selama empat bulan ke depan berkisar Rp 40 juta.

“Jadi total itu berlaku untuk droping air mulai Agustus-Desember."

"Mekanisme pengajuan tim gabungan dari Satpol PP sampai perwakilan kelurahan mengkaji kebutuhan yang ada."

"Setelah ada penetapan anggaran atau persetujuan dari Wali Kota Salatiga beserta jadwal distribusi bantuan air kebutuhan anggaran disampaikan ke BKD dan PDAM,” terangnya kepada Tribunjateng.com, Selasa (13/8/2019).

Yayat menjelaskan setelah perwakilan PDAM melakukan droping air bersih kepada wilayah yang dinyatakan mengalami kekeringan dan membutuhkan bantuan, selanjutnya tagihan diserahkan kembali ke Satpol PP kemudian ditangguhkan biayanya ke BKD Salatiga.

Ia menambahkan sementara hasil kajian tim rencana akan diajukan permohonan bantuan air bersih kepada masyarakat sebanyak seminggu dua kali.

Sejauh ini fokus distribusi air ke Randuacir dan Kumpulrejo Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga.

“Setiap satu tangki air bersih dihargai RP 100 ribu dari PDAM Kota Salatiga."

"Kami berencana menyalurkan beberapa tangki sekali droping air bersih ke sembilan titik kekeringan dalam seminggu dua kali hingga Desember nanti."

"Jadi setiap droping air itu nanti yang biayanya ditagihkan ke Pemkot Salatiga melalui BKD,” katanya

Sementara Kepala BKD Kota Salatiga Adhi Isnanto dan Direktur PDAM Kota Salatiga Samino saat dikonfirmasi hingga petang ini belum memberikan tanggapan. (M Naiful Hari)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved