Volume Sampah di Tegal Terus Meningkat, Jumadi: Harus Ada Edukasi ke Masyarakat

Volume sampah yang terus meningkat masih menjadi masalah tersendiri bagi Kota Tegal.

Volume Sampah di Tegal Terus Meningkat, Jumadi: Harus Ada Edukasi ke Masyarakat
ISTIMEWA
Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi saat mengenalkan produk olahan sampah Bank Sampah Mawar Biru kepada rombongan Inaplas dan Adupi. 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL- Volume sampah yang terus meningkat masih menjadi masalah tersendiri bagi Kota Tegal.

Terlebih, Kota Tegal belum memiliki tempat pembuangan akhir (TPA) permanen.

Hal itu disampaikan Kepala DLH Kota Tegal Resti Drijo Prihanto, di hadapan Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi saat menerima audiensi Asosiasi Industri Olefin, Plastik dan Aromatik Indonesia (Inaplas) ITB dan Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (Adupi), Selasa (13/8/2019).

Menurut Resti, saat ini Kota Tegal hanya mempunyai TPA sementara.

Ia mengatakan, jumlah timbunan sampah di TPA sementara tiap hari capai 214 ton.

Timbunan sampah di TPST per hari mencapai 563.618 meter kubik.

Volume sampah yang dikelola menjadi kompok di TPST per hari mencapai 18,2 meter kubik.

Sedangkan sampah yang dikelola bank sampah tiap harinya mencapai 4 78 meter kubik.

"Kami sudah mempersiapkan lahan seluas 15 hektar di Kecamatan Tegal Barat untuk dijadikan TPA permanen," katanya.

Merespon itu, menurut Jumadi perlu ada sinergitas bersama untuk mewujudkan Kota Tegal bebas sampah.

Harus ada edukasi kepada masyarakat dalam memisahkan sampah organik dan non organik.

Masyarakatpun harus menyiapkan tempat sampah di tiap rumah.

"Harus ada gerakan Tegal bersih. Sehingga masyarakat bisa memilih sampah organik dan non organik," jelasnya. (fba)

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved