Bonyamin Saiman Menduga Keterlibatan Teroris dalam Kasus Tabrak Lari Overpass Manahan Solo

Boyamin mencurigai ada keterlibatan teroris, lantaran proses identifikasi kendaraan penabrak yang belum jelas hingga sekarang

Bonyamin Saiman Menduga Keterlibatan Teroris dalam Kasus Tabrak Lari Overpass Manahan Solo
Tribunjateng.com/Daniel Ari Purnomo
Headshot Kuasa Hukum LP3HI Solo, Boyamin Saiman 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakkan Hukum Indonesia (LP3HI) Solo menduga ada keterlibatan teroris dalam pengungkapan kasus tabrak lari di Overpass Manahan Solo.

"Saya meminta Sat Lantas untuk menggandeng Densus 88 (Mabes Polri).

Karena dugaan saya sampai sebulan tidak ketemu itu penumpang di dalam kendaraan atau kendaraan itu diduga milik teroris," kata Kuasa Hukum LP3HI Solo, Boyamin Saiman, usai sidang praperadilan di Pengadilan Negeri setempat, Rabu (14/8/2019).

Boyamin mencurigai ada keterlibatan teroris, lantaran proses identifikasi kendaraan penabrak yang belum jelas hingga sekarang.

Menurut dia, proses identifikasi kendaraan semestinya tidak memakan waktu lama.

Apalagi polisi sudah mengetahui tipe kendaraan penabrak.

"Gampang saja mencari mobil ini, Yaris ini. Pemakai Yaris itu berapa sih di Solo, Boyolali dan segala macam berapa. Tinggal dikecilkan-dikecilkan yang warna putih.

Bisa dicari tahu yang malam itu (kejadian) keluar rumah atau tidak. Kan lama-lama tinggal 10 mobil atau 5 mobil, akhirnya ketemu, tidak sampai sebulan ini," ketusnya.

"Soal nanti bukan teroris, itu urusan lain. Tapi asumsi awal saya itu adalah kendaraan yang dikendarai teroris," sambung Boyamin.

Terkait adanya surat pernyataan dari pihak keluarga korban, Boyamin masih menanyakan pembuatan surat memang inisiatif dari suami korban atau diminta dari Sat Lantas Polresta Solo.

Halaman
12
Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved