Ngopi Pagi

Fokus: Enzo Tetap di Akmil

Seorang taruna Akademi Militer (Akmil) Magelang, Enzo Zenz Allie (18), menjadi perhatian publik.

Fokus: Enzo Tetap di Akmil
tribunjateng/bram kusuma
Tajuk ditulis oleh Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda 

Oleh M Nur Huda

(Wartawan Tribun Jateng)

Seorang taruna Akademi Militer (Akmil) Magelang, Enzo Zenz Allie (18), menjadi perhatian publik. Tak hanya ia keturunan Prancis dan menguasai empat Bahasa, namun dugaan keterlibatannya dengan organisasi terlarang, yang diketahui melalui jejak digital.

Perdebatan pun terjadi di publik. Ada yang berpendapat Enzo tak patut menjadi taruna Akmil karena terpengaruh perkembangan paham ekstrem yang sedang berkembang saat ini di Indonesia.

Ada pula yang berpendapat, Enzo layak masuk Akmil, karena dari hasil seleksi yang dilakukan oleh TNI memeroleh nilai sangat baik.

Enzo saat ini sedang mengikuti pendidikan dasar militer integratif di Akmil Magelang karena lulus tahap seleksi awal, kemudian mengikuti pendidikan selanjutnya hingga menjadi perwira TNI AD.

Kepala Staf TNI AD Jenderal Andika Perkasa menyebut TNI memiliki alat ukur dalam rekrutmen, di antaranya akademik, kesehatan, jasmani, psikolog, hingga mentalitas ideologi. Hasilnya, TNI tidak ragu pada 364 taruna Akmil yang telah diterima tahun ini.

Penelusuran TNI AD, tentu Enzo bukan anggota organisasi terlarang anti-Pancasila karena dinyatakan lolos. Namun kekhawatiran publik adalah ketika yang bersangkutan terpapar paham tersebut, meski bukan menjadi anggota.

Bagaimana jadinya ketika anggota TNI sebagai benteng pertahanan negara, dan merupakan penjaga Pancasila, terpapar paham anti-Pancasila. Sebagai warga negara sipil, tentu wajar jika kehawatiran tersebut dianggap berlebih.

Namun, TNI AD telah mengambil keputusan bahwa Enzo harus tetap melanjutkan pendidikan di Akmil. Andika Perkasa, menyebut telah memberikan tes tambahan dengan menggunakan alat ukur alternatif untuk Enzo.

Disebutkannya, alat ukur alternatif tersebut memiliki akurasi dan validasi yang sudah digunakan selama 8 tahun. Selain itu, penilaian juga akan dilakukan selama taruna menempuh pendidikan 4 tahun di Lembah Tidar.

Kita tentu sangat yakin, Akmil sebagai lembaga kawah candradimuka para calon perwira TNI, memiliki kurikulum pendidikan yang terbaik, terutama mengenai ideologi bernegara.

Akan tetapi perlu dijadikan pegangan, mengutip pernyataan mantan Ketua ICMI,Muhammd Said Didu, dalam akun media sosialnya, jangan pernah pelihara anak macan jika anda tidak yakin bisa mengendalikannya saat anak macan tersebut sudah besar.

Terlebih, soal paham radikalisme, di tubuh TNI sendiri juga ada pekerjaan rumah. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu pada acara halal bihalal di Mabes TNI, Jakarta Timur, Rabu (19/6) lalu, mengungkapkan data pengamatan terbaru dari Kementerian Pertahanan bahwa sekitar tiga persen anggota TNI sudah terpapar paham radikalisme dan tidak setuju dengan ideologi Pancasila.

"Kurang lebih 3 persen, ada TNI yang terpengaruh radikalisme," ujarnya. Ini patut jadi perhatian bersama.(*)

Penulis: m nur huda
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved