Gandeng BPN Jateng, Pegadaian Tawarkan Pinjaman dengan Agunan Sertifikat Tanah Tak Produktif

PT Pegadaian Kanwil XI Semarang menjalin kerjasama dengan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Tengah.

Gandeng BPN Jateng, Pegadaian Tawarkan Pinjaman dengan Agunan Sertifikat Tanah Tak Produktif
Istimewa
SVP PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, Mulyono (kiri), bertukar cinderamata dengan Kepala Kanwil BPN Jawa Tengah, Jonahar (kanan), usai pertemuan di Kantor BPN Jateng, kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PT Pegadaian Kanwil XI Semarang menjalin kerjasama dengan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Tengah.

Kerjasama tersebut merupakan tindaklanjut dari penandatanganan Mou antara pimpinan Pegadaian pusat dengan Kantor Kementerian Agraria, beberapa waktu lalu.

Senior Vice President (SVP) PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, Mulyono mengatakan, kerjasama dilakukan agar ada pertukaran informasi antara Pegadaian dan BPN. Dalam hal ini informasi keaslian sertifikat tanah benar-benar terdaftar atau tidak di BPN.

"Ini kaitannya dengan pemasaran produk di Pegadaian yaitu Rahn Tasjily Tanah yaitu pinjaman dengan agunan sertifikat tanah. Untuk itu, kami perlu menggandeng BPN untuk memastikan sertifikat itu benar-benar terdaftar," kata Mulyono, dalam rilisnya, Rabu (14/8/2019).

Mulyono menuturkan, pinjaman dengan agunan setifikat tanah yang dimaksud yaitu sertifikat tak produktif atau Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Produk pinjaman itu sebenarnya sudah ada sejak diluncurkan 2018 lalu. Hanya saja, pemasarannya belum banyak sehingga perlu didorong agar ada nilai tambah dari sertifikat yang dimiliki.

Dikatakannya, sertifikat PTSL yang diagunkan nantinya untuk mensejahterakan masyarakat melalui usaha mikro dengan pembiayaan Pegadaian yang kompetitif.

Pinjaman Rahn Tasjily Tanah ini diperuntukkan bagi kalangan menengah ke bawah dengan pinjaman yang diberikan yaitu mulai Rp 2 juta sampai Rp 200 juta. Sehingga tanah yang notabene tidak produktif, bisa diagunkan untuk mengambil pinjaman di Pegadaian.

"Sejauh ini, perolehan sudah 150-an nasabah dengan nilai Rp 39 miliar se Jawa Tengah. Harapan kami dengan menggandeng BPN Jateng, maka bisa semakin memperbesar perolehan," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil BPN Jawa Tengah, Jonahar menyambut baik kerjasama dengan Pegadaian Kanwil XI Semarang. Menurutnya, program pinjaman dengan agunan sertifikat PTSL sangat bagus karena nantinya sertifikat tidak harus disimpan saja di rumah.

"Kalau begini kan ada nilai tambahnya. Sertifikat PTSL itu bisa buat agunan. Nantinya, saya yakin masyarakat akan tertarik untuk segera menyertifikatkan tanahnya," katanya.

Hal itu juga, lanjutnya, akan membantu BPN dalam mengejar target penyertifikatan tanah di Jawa Tengah pada 2019 ini. Saat ini, BPN Jateng ditarget mampu menyertifikatkan 1,4 juta bidang tanah. Dari jumlah tersebut, 1,28 juta bidang merupakan program PTSL.

"Kerjasama ini akan kami tindaklanjuti dengan pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Sehingga, programnya bisa lebih cepat tercapai," jelasnya. (Nal)

Caption
- SVP PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, Mulyono (kiri), bertukar cinderamata dengan Kepala Kanwil BPN Jawa Tengah, Jonahar (kanan), usai pertemuan di Kantor BPN Jateng, kemarin. (*istimewa

Penulis: m zaenal arifin
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved