Hasil Survei: Tiap Hari Ada 2,4 Juta Liter Limbah Pewarna Batik Masuk Saluran Air di Pekalongan

Dari 5.190 meter kubik limbah cair yang sudah diolah di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), baru 2.601 meter kubik, atau 2,6 juta liter.

Hasil Survei: Tiap Hari Ada 2,4 Juta Liter Limbah Pewarna Batik Masuk Saluran Air di Pekalongan
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Kondisi sungai di Kecamatan Pekalongan Barat yang tercemar limbah pewarna tekstil (batik), Rabu (14/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan survei terkait industri penghasil limbah cair.

Hasilnya, terdapat ribuan industri kecil di Kota Batik yang menghasilkan limbah cair berupa sisa proses pewarnaan tekstil.

Dimana ribuan industri tersebut menghasilkan 5.190 meter kubik atau 5 juta liter lebih limbah setiap harinya.

Kepala DLH Kota Pekalongan, Purwanti menuturkan, ribuan meter kubik limbah cair tersebut berasal dari 1.100 industri kecil.

“Dari 5.190 meter kubik limbah cair yang sudah diolah di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), baru 2.601 meter kubik, atau 2,6 juta liter setiap harinya,” jelasnya, Rabu (14/8/2019).

Dilanjutkannya, sekitar 2,4 juta liter limbah masih dibuang ke saluran air yang ada di Kota Pekalongan.

“Hal tersebut membuat sungai di Pekalongan berwarna-warni, bahkan tak jarang ada yang hitam pekat,” tuturnya.

Guna mengantisipasi pencemaran yang semakin masif, Purwanti mengajak DLH Kabupaten Pekalongan mengatasi permasalahan limbah.

“Limbah yang mencemari sungai sepanjang Kota Pekalongan tidak hanya dari industri di dalam kota, melainkan juga berasal dari Kabupaten Pekalongan."

"Untuk itu kami akan ajak DLH Kabupaten Pekalongan bersama-sama mengatasi permasalahan pencemaran sungai,” tambahnya. (Budi Susanto)

Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved