Kemenag: 20 Jemaah Haji Asal Jateng Meninggal di Arab Saudi Karena Faktor Ini

Total ada 20 jemaah haji asal Jawa Tengah yang meninggal di tanah suci, saat menjalankan ibadah haji, hingga Rabu (14/8/2019).

Kemenag: 20 Jemaah Haji Asal Jateng Meninggal di Arab Saudi Karena Faktor Ini
AFP PHOTO/BANDAR ALDANDANI
Pemandangan dari udara menunjukkan jemaah haji tengah mengelilingi Kabah, tempat paling suci bagi umat Islam di Masjidil Haram, Kota Mekah, Arab Saudi, Minggu (3/9/2017). Tercatat sekitar 2,1 juta umat Muslim dari berbagai belahan dunia berkumpul untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini. 

TRIBUNJATENG.COM - Total ada 20 jemaah haji asal Jawa Tengah yang meninggal di tanah suci, saat menjalankan ibadah haji, hingga Rabu (14/8/2019).

Hal itu disampaikan, Kepala Seksi Sistem Informasi Haji pada Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Abdul Jalil.

Jalil menjelaskan 20 calon jemaah haji asal Jawa Tengah yang meninggal dunia karena faktor usia.

"Rata-rata faktor usia, yang sudah tua atau sepuh, yakni diatas 58 tahun. Di sisi lain, juga faktor jantung, yang membuat ke 20 calon jemaah haji asal Jateng ini meninggal dunia di tanah suci," katanya.

Anaknya Jadi Terpidana Kasus Rudapaksa, Kuli Bangunan Ini Beberkan Kejanggalan di Persidangan

Selain itu, Jalil juga menyampaikan, untuk menghindari usia senja ketika berangkat ibadah haji, diharapkan, masyarakat luas, bisa mendaftarkan diri sedari usia muda.

"Saya pernah sampaikan, usia 12 tahun jika ada rejeki cukup, bisa segera mendaftarkan diri ibadah haji, karena jika di usia senja, maka ketika berangkat ibadah pun, usia sudah semakin senja, dan tentunya kesehatan akan terganggu," jelasnya.

Ia juga mengatakan total ada 33.996 calon jemaah haji, dan jumlah calon jemaah haji yang diberangkatkan ke Arab Saudi, berjumlah 34.756 didampingi 760 petugas.

"Total dari Jateng ada 97 kloter, di mana 34.772 orang masuk dari Embarkasi Solo. Kemudian, yang diberangkatkan ada 34.756 calon jemaah haji dan tiba di tanah suci ada 34.756, dan calon jemaah haji meninggal 20," ungkap Jalil.

PT Kereta Api Indonesia Tawarkan Sejumlah Asetnya untuk Dikelola Pihak Swasta

Tidak hanya itu saja, Jalil juga menjelaskan, kejadian hujan deras, yang terjadi di Arafah dan Mina, disampaikan Jalil, tidak membuat dampak apapun bagi ibadah para calon jemaah haji.

"Memang benar, Mina dan Arafah di guyur hujan deras, namun tidak berdampak apapun. Bahkan, ada informasi soal calon jemaah haji yang meninggal akibat banjir, saya pasti kabar itu tidak benar. Tidak ada calon jemaah haji yang meninggal akibat banjir, melainkan akibat faktor usia dan kesehatan," pungkasnya. (hei)

Penulis: hesty imaniar
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved