Reboisasi Kerusakan Hutan Lindung Gunung Muria Menunggu Musim Hujan

Kerusakan hutan lindung yang berada di kawasan Gunung Muria mencapai luas sekitar 479 hektare, akan dilakukan reboisasi.

Reboisasi Kerusakan Hutan Lindung Gunung Muria Menunggu Musim Hujan
Tribun Jateng/Rifqi Gozali
Nur Hamid, Polisi Hutan yang berjaga dan bertugas di blok Segrobok untuk memadamkan api yang membakar lereng Natasangin Gunung Muria, pada 2017 silam. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Kerusakan hutan lindung yang berada di kawasan Gunung Muria mencapai luas sekitar 479 hektare.

Di awal musim hujan tahun ini, pihak Perum Perhutani akan melakukan reboisasi.

“Untuk reboisasi masih menunggu musim hujan,” kata Kepala Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Muria Patiayam, Subiyanto, Rabu (14/8/2019).

Menurut Subiyanto, saat ini pihaknya telah melakukan persiapan lapangan.

Di antara persiapan tersebut yaitu melalui persemaian tanaman yang akan ditanam di hutan.

“Persemaian bibit tanaman yang akan ditanam dilakukan di Sreni, Bategede, dan Keling Kabupaten Jepara,” katanya.

Luas hutan lindung yang mendesak untuk direboisasi, kata Subiyanto, tersebar di 19 petak.

Petak itu terdapat di Resort Bategede, Ternadi, dan Batealit.

Sedikitnya ada 19 jenis tanaman yang akan ditanam di hutan lindung Gunung Muria.

Tanaman tersebut masuk kategori berusia panjang, bukan tanaman musiman.

Halaman
12
Penulis: Rifqi Gozali
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved