Segmen Harga Rumah di Atas Rp 1 Miliar Masih Mendominasi Market di Semarang

Ketua Panitia Property Expo Semarang, Dibya K Hidayat mengatakan, penjualan pada pameran kelima ini memang mengalami sedikit kenaikan

Segmen Harga Rumah di Atas Rp 1 Miliar Masih Mendominasi Market di Semarang
desta leila
Ketua Panitia Property Expo Semarang, Dibya K Hidayat (kanan) dan Ketua DPD REI Jateng, MR Prijanto (kiri), saat melakukan sesi wawancara dengan rekan media. Berlokasi di Gama Resto Semarang, Selasa (13/8/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pameran Property Expo Semarang yang kelima sudah berakhir pada tanggal 12 Agustus kemarin. Pada pameran kali ini, berhasil menjual 23 unit dengan rata-rata rumah yang terjual harganya diatas Rp 1 miliar.

Ketua Panitia Property Expo Semarang, Dibya K Hidayat mengatakan, penjualan pada pameran kelima ini memang mengalami sedikit kenaikan dari 19 unit menjadi 23 unit terjual. Hal ini disebabkan adanya pergeseran market di masyarakat.

"Bagi saya kali ini ada yang seru, karena bila dilihat dari segi jumlah nominal yang diperoleh yaitu sekitar Rp 30 miliar. Melihat rata-rata rumah yang terjual diatas Rp 1 miliar," tutur Dibya, pada Tribunjateng.com, Selasa (13/8/2019).

Dijelaskan, terjadinya pergeseran market property di Semarang juga masih menjadi pertanyaan tersensdiri, karena dilihat secara ekonomi makro bagus, laporan pertumbuhan ekonomi juga bagus, tapi malah di property tidak bergerak di segmen yang kecil.

Padahal segmen rumah menengah kebawah adalah rumah yang merupakan kebutuhan. Maka seharusnya secara angka penjualan tidak akan pernah turun, tapi beberapa waktu ini malah yang terjadi kebalikannya.

"Kenapa kelas rumah menengah atas masih mendominasi, menurut saya karena suku bunga KPR rumah menengah bawah yang lumayan tinggi. Namun kedepan akan kami selidiki lebih lanjut apa penyebab pastinya," ungkapnya.

Sementara itu, dikesempatan yang sama, Ketua DPD REI Jateng, MR Prijanto menjelaskan, melihat perkembangan dari tahun 2016 ke 2017 pameran property cukup menggembirakan. Namun pada tahun 2018 karena melihat lokasi atau ruang Pameran yang terbatas sehingga mengalami penurunan.

"Melihat omzet pameran property expo dari tahun 2016 sekitar Rp 423,63 miliar, tahun 2017 sebanyak Rp 388,48 miliar, dan tahun 2018 sekitar Rp 234 miliar. Tapi hasil tersebut cukup menggembirakan," ujar Prijanto.

Perkembangan pemasaran property di tahun 2018 dan 2019 secara Nasional hampir semua mengalami penurunan apalagi di Jakarta. Tapi di Jateng pihaknya melihat untuk market perumahan menengah masih bagus.

Terutama di rumah yang harganya kisaran Rp 300 juta-Rp 1 miliar cukup bagus di Jateng. Kemudian harga rumah Rp 1 miliar-Rp 4 miliar, bahkan harga rumah yang hampir Rp 10 miliar juga banyak diminati.

"Khusus di Semarang, untuk perumahan sekarang hanya ada rumah non subsidi atau rumah komersil, karena rumah yang subsidi sudah habis. Melihat perkembangan kota Semarang yang menjanjikan dengan adanya jalan tol akan sangat membantu perkembangan pemukiman," jelasnya.

Ditambahkan, pihaknya menggandeng Bank yang memiliki produk kepemilikan rumah bagi kaum Milenials. Adapun bank yang sudah berkoordinasi dengan pihaknya yaitu Bank Mandiri, karena mereka memiliki program KPR untuk Milenails. (dta)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved