Soal Rencana Trans Jateng Koridor III Semarang-Kendal, BLU Trans Semarang Tak Pernah Diajak Rembugan

Kepala BLU Trans Semarang, Ade Bhakti mengatakan pihaknya sama sekali tidak pernah diajak rembugan dalam penyusunan rute Trans Jateng Koridor III

Soal Rencana Trans Jateng Koridor III Semarang-Kendal, BLU Trans Semarang Tak Pernah Diajak Rembugan
TRIBUN JATENG/JAMAL A NASHR
Spanduk penolakan Trans Jateng di depan Terminal Mangkang, Rabu (14/8/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepala BLU Trans Semarang, Ade Bhakti mengatakan pihaknya sama sekali tidak pernah diajak rembugan dalam penyusunan rute Trans Jateng Koridor III Semarang-Kendal.

“Padahal secara rute harusnya bisa dibuat saling terkait karena Trans Semarang sudah terhubung dengan semua simpul di perbatasan Kota Semarang dengan kabupaten sekitar,” ujarnya.

Apalagi, lanjut Ade, Organda Kota Semarang juga belum diajak diskusi terkait hal ini.

“Kan lucu. Ya memang ini Trans Jateng di bawah pengelolaan Pemprov Jateng. Kota Semarang juga bagian dari Jawa Tengah, Kenapa seperti ini? Inilah perlunya duduk bareng, jangan hanya mengikuti apa kata konsultan kaitan perencanaan. Bisa jadi ada hal-hal yang memang belum dikaji oleh tim. Khususnya dampak-dampak terhadap kondisi existing,” ujarnya dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Rabu (14/8/2019).

Ade menjelaskan seharusnya simpul-simpul disambungkan ke wilayah kabupaten sekitar supaya cakupan pelayanan transportasi umum sampai ke wilayah yang lebih luas.

“Jadi lebih banyak masyarakat jawa tengah yang menikmati layanan yang disediakan Pemprov Jateng ini,” ujarnya.

Jika tujuan pengoperasian Trans Jateng Koridor III untuk melayani buruh dari Kendal ke Kawasan Industri Wijaya Kusuma, padahal Trans Semarang sudah melayani rute dari Terminal Mangkang sampai dengan Gerbang masuk Kawasan Industri Wijaya Kusuma.

Kolaborasi, kata Ade, bisa dilakukan dengan pengintegrasian tarif di rute tersebut.

Penumpang dari Kendal bisa naik Trans Jateng kemudian turun di Terminal Mangkang untuk berpindah ke Trans Semarang kemudian dilanjutkan ke arah Kawasan Industri Wijaya Kusuma.

Kemudian di Kawasan Industri Wijaya Kusuma disediakan saja shuttle untuk melayani para pekerja.

Halaman
123
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved