Soal Wacana PNS Kerja di Rumah, Wapres Jusuf Kalla: di Kantor Saja Tidak Disiplin

Wakil Presiden Jusuf Kalla belum menyetujui wacana para abdi negara atau PNS bekerja dari tempat tinggalnya.

Soal Wacana PNS Kerja di Rumah, Wapres Jusuf Kalla: di Kantor Saja Tidak Disiplin
Biro Pers Sekretariat Wakil Presiden
Wakil Presiden Jusuf Kalla di acara Seminar Nasioanal di Hotel Borobudur, Jakarta 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla belum menyetujui wacana para abdi negara atau PNS bekerja dari tempat tinggalnya.

Ia menuturkan, sampai hari ini banyak PNS yang tidak displin dalam menjalankan tugas di kantor.

"Tapi kalau kita bicara sekarang ya belum lah, karena hadir di kantor saja kadang-kadang tidak disiplin," ujar Jusuf Kalla di kantor wapres RI, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019).

Dikutip dari Tribunnews.com, Jusuf Kalla beranggapan, kebijakan itu baru bisa diterapkan di masa depan dibantu dengan teknologi.

Saat ini baru ada beberapa pekerjaan di sektor tertentu yang bisa menerapkan bekerja dari rumah.

Sementara, pekerjaan PNS yang mayoritas adalah bekerja dalam administrasi masih diperlukan kegiatan tatapan muka.

"Karena semua nanti sudah langsung online (teknologi). Yang bisa di rumah itu kadang-kadang seperti perencanaan. Engineering atau mungkin saja start up."

"Tapi untuk kantor pemerintah, ya mungkin belum sekarang, apalagi kalau tidak hadir nanti kosong kantor gimana orang menghadap, kalau ada yang mau urusan tiba-tiba," ungkap dia.

Seperti dikutip dari Kompas.com, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) mengaku sedang membuat rencana agar PNS bisa kerja dari rumah.

Hal tersebut disampaikan oleh Deputi SDM Aparatur Kemenpan RB Setiawan Wangsaatmaja saat menjadi pembicara dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 tentang Evaluasi Reformasi Birokrasi.

"Ciri-ciri ASN 4.0 itu lebih jeli lebih akurat, lebih cepat nanti ada fleksibilitas dalam kerja," ujarnya di Jakarta, Kamis (8/8/2019).

"Kami sedang rencanakan itu, kerja dari rumah bisa, kerja dari ujung saja juga bisa, nanti diatur bagaimana aturannya," ujarnya. (Tribunnews.com/Rina Ayu)

Editor: m nur huda
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved