Alasan Kenapa Keputusan Trump Kuatkan Rupiah

Perang dagang yang kembali membaik membuat rupiah bertenaga. Kemarin, rupiah di pasar spot menguat 0,56 persen ke Rp 14.245 per dollar AS.

Alasan Kenapa Keputusan Trump Kuatkan Rupiah
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Nilai tukar rupiah kembali terpuruk. Kemarin, kurs spot rupiah melemah 0,36 persen menjadi Rp 14.052 per dollar Amerika Serikat (AS). Serupa, kurs tengah rupiah Bank Indonesia terdepresiasi 0,57 persen ke level Rp 14.036 per dollar AS. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Perang dagang yang kembali membaik membuat rupiah bertenaga. Kemarin, rupiah di pasar spot menguat 0,56 persen ke Rp 14.245 per dollar AS.

Serupa, rupiah di kurs tengah BI pun menanjak 0,34 persen ke Rp 14.234 per dollar AS.

Analis Monex Investindo, Ahmad Yudiawan mengatakan, sikap Presiden AS Donald Trump yang menunda bea impor 10 persen dari produk asal China seperti laptop, ponsel, dan barang elektronik lain membuat mata uang di kawasan perkasa, tak terkecuali rupiah.

Sebelumnya, Trump berniat memberlakukan tarif masuk 10 persen untuk produk asal Negeri Tirai Bambu senilai 300 miliar dollar AS pada 1 September.

Tetapi, hal itu ditunda hingga 15 Desember.

Untuk pergerakan hari ini, Ahmad melihat potensi mata uang Garuda melemah karena tertekan demostrasi berkelanjutan di Hong Kong.

Berbeda, Analis Pasar Uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri memrediksi rupiah kembali melanjutkan penguatan, dengan catatan defisit neraca dagang Indonesia Juli yang dirilis hari ini tidak terlalu besar.

Ia memrediksi rupiah di kisaran Rp 14.220-Rp 14.290 per dollar AS. Sedangkan Ahmad menebek, mata uang Garuda bergerak di rentang Rp 14.175-Rp 14.320 per dollar AS. (Kontan/Adrianus Octaviano)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved