Anifatuz Zahroh, Seniman Kaligrafi Asal Kabupaten Pati dengan Segudang Prestasi

Bagi Anifatuz Zahroh (21), menekuni kaligrafi/khot bukan hanya berarti menuangkan keterampilan dalam bidang seni.

Anifatuz Zahroh, Seniman Kaligrafi Asal Kabupaten Pati dengan Segudang Prestasi
ISTIMEWA
Anifatuz Zahroh (21) dalam Musabaqoh Khaththil Qur'an golongan Dekorasi Putri pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Mahasiswa Nasional XVI Tahun 2019 di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, awal Agustus lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Bagi Anifatuz Zahroh (21), menekuni kaligrafi/khot bukan hanya berarti menuangkan keterampilan dalam bidang seni.

Lebih jauh dari itu, seni kaligrafi baginya memiliki dimensi ibadah tertentu.

"Sebagai seorang muslimah, menulis kaligrafi bisa membantu saya mempelajari Islam secara lebih dalam," ujar gadis yang akrab disapa Ain ini, Kamis (15/8/2019).

Ain menyebut, Nabi Muhammad pernah bersabda, "Ilmu adalah buruan dan tulisan merupakan tali untuk mengikat buruan tersebut. Maka, ikatlah ilmu tersebut dengan tulisan."

"Dengan kaligrafi saya jadi terbiasa menulis ayat-ayat Alquran, hadis nabi, hingga perkataan para shahabat. Saya tulis dengan kaidah khot/penulisan yang sebenarnya. Hal ini sangat berpengaruh bagi saya dan para pembaca kaligrafi yang saya tulis," papar dara asal Desa Waturoyo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati ini.

Bagi Ain, menekuni kaligrafi juga in syaa Allah mendatangkan pahala. Mengenai hal ini, ia mengutip perkataan Ustaz Didin Sirojuddin AR, seorang ahli kaligrafi.

Mengutip sang ustaz, Zahro mengatakan, jangankan ayat-ayat Alquran berbaris-baris, menulis titiknya saja sudah berpahala. Terutama kalau ditulis dengan kaligrafi yang indah.

Ain mengaku, awal mula ia tertarik pada dunia kaligrafi ialah ketika ia masih duduk di bangku sekolah dasar.

"Saat itu ada seleksi untuk Lomba Mapsi. Ustadz pengajar Khot menuliskan kalimat "Laa ilaaha illa Allah Muhammadur rasuulullah" dengan khot tsuluts yang dituliskan langsung menggunakan tangan. Nah, semenjak itu saya tertarik dan bersikeras untuk berlatih menulis kaligrafi dengan qo’idah penulisan yang baik dan benar," jelas mahasiswi jurusan Matematika Universitas Negeri Yogyakarta ini.

Kini, puluhan penghargaan dalam bidang kaligrafi telah berhasil diraih Ain. Yang terbaru, pada awal Agustus tahun ini, Ain berhasil meraih juara pertama dalam Musabaqoh Khaththil Qur'an golongan Dekorasi Putri pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Mahasiswa Nasional XVI Tahun 2019 di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

Halaman
12
Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved