BPBD Brebes Akan Pasang 3 Sirine di Lereng Gunung Slamet, Siapkan Langkah Evakuasi 31.556 Warga

BPBD Brebes akan memasang tiga sirine peringatan pada empat desa di Brebes yang berada di kaki Gunung Slamet.

BPBD Brebes Akan Pasang 3 Sirine di Lereng Gunung Slamet, Siapkan Langkah Evakuasi 31.556 Warga
Tribun Jateng/ M Zaenal Arifin
Kepala BPBD Brebes, Nushy Mansur, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (15/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Brebes akan memasang tiga sirine di lereng Gunung Slamet sebagai antisipasi kenaikan status waspada (level II) menjadi siaga (level III) pada gunung tersebut.

BPBD Brebes akan memasang tiga sirine peringatan pada empat desa di Brebes yang berada di kaki Gunung Slamet.

Sehingga, jika sudah ada kenaikan status maka BPBD akan langsung mengevakuasi 31.556 jiwa warga yang tinggal di empat desa tersebut.

"Fokus kita yaitu evakuasi 31.556 warga yang tinggal di kaki Gunung Slamet. Memang, saat ini masih aman untuk radius di luas 2 km. Namun jika nanti ada kenaikan status menjadi siaga, kita akan mulai proses evakuasi," kata Kepala BPBD Brebes, Nushy Mansur, saat ditemui di kantornya, Kamis (15/8/2019).

Sejumlah 31.556 jiwa yang terdampak Gunung Slamet tersebar di empat desa di dua kecamatan. Yaitu Desa Pandansari Kecamatan Paguyangan ada 11.878 jiwa, Desa Batursari 6.650 jiwa, Desa Dawuhan 4.212 jiwa dan Desa Igirklanceng 8.816 jiwa. Ketiga desa berada di Kecamatan Sirampog.

Selain memasang sirine, BPBD Brebes juga telah melakukan sejumlah persiapan untuk mengantisipasi jika status Gunung Slamet meningkat dan erupsi.

BPBD telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait di antaranya Kodim, Polres dan Kepala Desa di empat desa terdampak.

"Kami juga sudah menyiapkan jalur evakuasi dan titik kumpul evakuasi yaitu di Kecamatan Sirampog. Sehingga nantinya kalau mengharuskan, kita tinggal jalan saja," ujarnya.

Ia menambahkan, dari hasil survei lapangan dan koordinasi dengan instansi terkait, beberapa langkah harus dilakukan untuk persiapan ketika Gunung Slamet erupsi.

Untuk posko relawan, saat ini sudah didirikan di Dukuh Kaliwadas dan petugas di posko itu terus berpatroli serta melakukan pengamatan terhadap aktivitas gunung.

"Kemarin, kami juga cek rambu penunjuk arah jalur evakuasi, ternyata ada 15 rambu yang rusak dan akan diperbaiki Dinas Perhubungan," tambahnya.

Berdasarkan laporan dari BMKG, saat ini kondisi aktivitas Gunung Slamet belum mengalami perubahan. Sementara, warga yang tinggal di lereng gunung juga masih beraktivitas secara normal.

Namun, mereka diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di radius 2 km dari puncak gunung.

"Kami sudah memasang baliho peringatan agar warga tidak beraktivitas di radius 2 km. Kalau di luar itu, tidak apa-apa," tandasnya. (Nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved