Jika Lihat Arah Angin Saat Ini, Kabupaten Tegal Paling Rawan Terdampak Abu Vulkanik Gunung Slamet

Kabupaten Tegal menjadi satu di antara wilayah rawan terdampak apabila terjadi letusan abu vulkanik Gunung Slamet.

Jika Lihat Arah Angin Saat Ini, Kabupaten Tegal Paling Rawan Terdampak Abu Vulkanik Gunung Slamet
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Lintas sektoral Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Antisipasi Aktivitas Gunung Slamet, di Ruang Rapat Gedung C Setda Kabupaten Tegal, Rabu (14/8/2019) pagi. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Kabupaten Tegal menjadi satu di antara wilayah rawan terdampak apabila terjadi letusan abu vulkanik Gunung Slamet.

Pasalnya, pengamatan sejauh ini menyebutkan arah angin masih dominan berhembus ke barat daya dan barat laut.

Hal itu diungkapkan Pegawai Pos Pengamatan Gunung Slamet Gambuhan Pemalang Badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Muhammad Rusdi kepada Tribunjateng.com, Kamis (15/8/2019).

Dia mengaku, sejauh ini aktivitas Gunung Slamet mengalami peningkatan status Waspada atau level 2.

"Kalau terbesar, kami tidak bisa memastikan. Tapi jika menurut arah angin, berarti abu vulkanik bisa berhembus menuju Kabupaten Tegal dan Brebes," ujar Rusdi.

Gunung Slamet yang merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah ini berada di antara lima Kabupaten.

Antara lain Kabupaten Pemalang, Purbalingga, Banyumas, Tegal, dan Brebes.

Dia mengungkapkan, aktivitas Gunung Slamet kerap mengeluarkan hembusan dan gempa tremor meski skalanya masih kecil.

Menurut Rusdi, bisa saja aktivitas Gunung Slamet mengalami peningkatan sewaktu-waktu.

"Tapi kami tidak bisa memastikan. Itu kehendak Allah Swt. Yang jelas, saat ini memang sedang ada peningkatan status."

"Dari Normal atau level 1 ke Waspada atau level 2," jelasnya.

Maka dari itu, Rusdi meminta masyarakat untuk tetap tenang karena dipastikan Gunung Slamet belum membahayakan.

Masyarakat pun diharapkan untuk tidak percaya isu yang belum benar.

Seperti soal keluarnya lava atau pijaran magma.

"Foto-foto yang tersebar belakangan ini adalah foto Gunung Slamet sedang erupsi pada 2014. Itu foto atau isu hoaks," tegasnya. (Akhtur Gumilang)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved