Malu Hamil di Luar Nikah, Seorang Mahasiswi di Brebes Tega Buang Bayinya di Pekarangan Warga

Rizki yang merupakan seorang mahasiswi perguruan tinggi di Tegal itu ditangkap terkait pembuangan bayi di pekarangan warga.

Malu Hamil di Luar Nikah, Seorang Mahasiswi di Brebes Tega Buang Bayinya di Pekarangan Warga
Istimewa
Pelaku pembuangan bayi di Larangan, Brebes, digelandang tim Resmob Polres Brebes ke Mapolres Brebes. 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Tim Resmob Satreskrim Polres Brebes menangkap Rizki Safitri (19), warga Dukuh Kendaga, RT 2 RW 12, Desa Larangan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes.

Kapolres Brebes, AKBP Aris Supriyono, melalui Kasat Reskrim, AKP Tri Agung Suryomicho mengatakan, Rizki yang merupakan seorang mahasiswi perguruan tinggi di Tegal itu ditangkap terkait pembuangan bayi di pekarangan warga.

Lokasi pekarangan tersebut, juga dekat rumah Rizki yang ditemukan warga dalam kondisi sudah meninggal, Minggu (11/8/2019) lalu.

"Pelaku ditangkap di tempat persembunyiannya, Rabu (14/8/2019) kemarin. Penangkapan pelaku berawal dari hasil pengembangan informasi yang didapat dari sejumlah saksi penemuan mayat bayi," kata Tri Agung, Kamis (15/8/2019).

Setelah ditangkap, pelaku langsung dibawa ke Mapolres Brebes untuk menjalani pemeriksaan.

Dari keterangan yang didapat, katanya, pelaku tega membuang darah dagingnya karena malu dan takut pada orang tuanya.

"Dari keterangan pelaku, bayi yang dibuang itu merupakan hasil hubungan gelapnya dengan pacar. Karena takut diketahui oleh pihak keluarga, ia membuangnya setelah dilahirkan," jelasnya.

Akibat perbuatannya, pelaku diancam pasal 80 ayat (3) atau (4) Jo Pasal 76C UU RI No.17 tahun 2016 tentang perubahan Perppu No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-undang atau pasal 341 KUHPidana.

"Ancaman hukumannya minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun kurungan penjara," terangnya.

Perlu diketahui, warga Desa Larangan, Kecamatan Larangan, Brebes digegerkan dengan temuan sesosok bayi dalam kantong plastik warna hitam di pekarangan belakang rumah warga, Minggu (11/8/2019).

Saat ditemukan, bayi sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Temuan berawal saat seorang warga melintas dan penasaran usai melihat bungkusan plastik. Warga tersebut kemudian mendatangi untuk melihat isi plastik. Saat digoyang-goyang pakai kayu, tiba-tiba keluar plasenta bayi.

Kemudian warga tersebut membuka kantong plastik tersebut dan mendapati sesosok bayi yang sudah rak bernyawa.

Warga kemudian memberitahu temuan bayi ke warga lainnya dan melaporkannya ke pihak kepolisian. (Nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved