Sekda Jateng Sri Puryono Luncurkan Buku Biografi Berjudul Birokrat Gaul Taat Asas

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono, kembali menelurkan buku kelimanya.

Sekda Jateng Sri Puryono Luncurkan Buku Biografi Berjudul Birokrat Gaul Taat Asas
TRIBUN JATENG/FAIZAL M AFFAN
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono, saat meluncurkan buku biografi tentang kehidupannya sejak lahir hingga menjadi Sekda Jawa Tengah. Saat peluncuran buku kelimanya ini, hadir pula Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di Hotel Grand Candi Semarang, Rabu (14/8) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono, kembali menelurkan buku kelimanya.

Kali ini diluncurkan buku biografi yang berjudul Birokrat Gaul Taat Asas dengan total 250 halaman.

Dalam peluncuran bukunya, Sri Puryono mengundang seluruh keluarga, teman, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Hotel Grand Candi Semarang, Rabu (14/8/2019) malam.

Ditemui di sela-sela acara, Puryono mengatakan, buku tersebut memberikan pesan kepada pembaca untuk mencontoh gayanya meraih puncak kesuksesan.

"Yang baik silahkan ditiru, yang kurang baik jangan. Di buku ini benar-benar menceritakan proses perjalanan saya dari nol. Setidaknya pembaca bisa ikut merasakan jalan hidup saya," tuturnya.

Proses keprihatinan hidupnya sejak duduk di bangku SD hingga S3 berhasil memberikan jalan terbaik untuk mendapatkan yang dia inginkan.

"Ayah saya selalu memberikan pesan untuk tetap prihatin. Itu betul-betul saya lakukan hingga S3. Karena prinsipnya kalau kita bersungguh-sungguh, sabar, tekun, maka hasil yang diharapkan akan tercapai," katanya.

Puryono berharap, buku biografinya bisa dibaca oleh keluarga dan teman-temannya, sehingga bisa memberikan inspirasi kehidupan.

"Buku ini juga saya jual untuk umum seharga Rp 61 ribu. Hasil dari penjualan akan saya berikan kepada PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Jateng," tutupnya.

Adapun Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang juga hadir dalam acara peluncuran buku tersebut menyampaikan beberapa pengalamannya ketika pertama kali bertemu Sri Puryono.

"Pengalaman bertemu Pak Sekda saat beliau menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sebelum jadi Sekda, Pak Pur masih Plt. Kemudian saya pilih jadi Sekda karena pengalaman dan lebih tua. Orang kalau lebih tua biasanya misinya lebih jelas," terang Ganjar.

Seusai dilantik menjadi Sekda, Ganjar mengaku baru tahu jika Sri Puryono merupakan birokrat sejati.

"Pak Pur tahu banget soal perencanaan anggaran. Banyak PR di Jateng yang sudah dikerjakan oleh beliau. Tapi kalau soal infrastruktur masih lumayan. Tidak terlalu sukses banget. Setidaknya sudah tidak banyak yang mengeluh," pungkasnya.(Laporan Wartawan Tribun Jateng, Faizal M Affan)

Penulis: faisal affan
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved