Berikut Wawancara Khusus dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi Terkait Penutupan Sunan Kuning SK

Setelah melalui proses panjang dan berliku, Resosialisasi Argorejo yang lebih dikenal dengan sebutan Lokalisasi Sunan Kuning (SK) benar-benar ditutup

Berikut Wawancara Khusus dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi Terkait Penutupan Sunan Kuning SK
ISTIMEWA
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -

Kita Melakukan Ini Demi Semarang Smart City

Setelah melalui proses panjang dan berliku, Resosialisasi Argorejo yang lebih dikenal dengan sebutan Lokalisasi Sunan Kuning (SK) benar-benar ditutup akhir bulan ini.

Langkah berani Pemerintah Kota Semarang membekukan lokalisasi terbesar di Kota Semarang itu menimbulkan pro-kontra.

Tak hanya SK, Resosialisasi Gambilangu (GBL) tak luput dari penutupan.

Wartawan Tribun Jateng Erwin Ardian khusus mewawancarai Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi terkait penutupan resosialisasi di Semarang.

T: Rencana penutupan Resosialisasi Sunan Kuning (SK) dan Gambilangu (GBL) sudah terdengar lama. Awal mula program ini bagaimana?

J: Awalnya rencana ini muncul sejak tahun 2013, awal Saya duduk sebagai Wali Kota Semarang. Saat itu saya bertemu dengan pengelola Resosialisasi Argorejo.

Saya melontarkan ide saya soal penutupan lokalisasi di Semarang. Tanggapan pengelola, prinsipnya setuju, tapi meminta waktu.

Nah sejalan dengan itu, Menteri Sosial saat itu Ibu Khofifah juga membuat surat edaran terkait penutupan lokalisasi di seluruh Indonesia, termasuk di Semarang, deadlinenya 2019.

Halaman
1234
Penulis: erwin adrian
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved