BNNP Jateng Musnahkan Sabu Kiriman dari Lapas di Pontianak

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah musnahkan 199,5 gram narkotika jenis sabu, Kamis (15/8).

BNNP Jateng Musnahkan Sabu Kiriman dari Lapas di Pontianak
TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
BNNP Jateng memusnahkan sabu-sabu seberat 199,5 gram yang berasal dari jaringan antar lapas. Pemusnahan dilakukan dengan mengunakan mobil incinerator. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah musnahkan 199,5 gram narkotika jenis sabu, Kamis (15/8). Sabu tersebut merupakan barang hasil sita dari jaringan narapidana antar-lembaga pemasyarakatan Pontianak-Semarang.

Pelaksana Tugas Kepala BNNP Jateng Susanto mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan 199,5 gram dari total 200 gram. "Sisa sabu disisihkan untuk keperluan uji laboratorium dan pembuktian di persidangan," ujarnya saat konfrensi pers di halaman kantor BNNP Jateng, Kamis.

Susanto menjelaskan, barang bukti sabu disita penyidik saat ungkap kasus narkotika di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dari tersangka Sutan Adi Widakso warga Jepara, pada Selasa (9/7) lalu. "Diketahui bahwa Sutan disuruh napi Lembaga Pemasyarakatan (LP) Feri Aryanto untuk mengambil sabu ke Pontianak kemudian dibawa ke Semarang," jelasnya.

Dari hasil pengembangan, terungkap barang tersebut didapat dari jaringan di Pontianak, Kalimatan Barat. Ada tiga tersangka yang satu diantaranya merupakan napi di Lapas Pontianak.

"Tiga tersangka atas nama Minggus Indiansyah, napi terpidana kasus narkoba seumur hidup yang berperan sebagai perantara, Zupiandi berperan memberikan narkona ke Sutan, dan Yusuf yang merupakan terpidana kasus narkotika selama lima tahun. Yusuf berperan menerima pesananan dari Minggus dan serta memerintahkan Zupiandi memberikan narkotika ke Sutan," jelasnya.

Susanto mengatakan, sabu tersebut dimusnahakan menggunakan mobil incinerator. Metode pemusnahan lewat cara dibakar pada suhu yang tinggi.

Menurut Susanto, selama tahun 2019, pihaknya telah memusnahkan narkotika hampir 20 kilogram. Pemusnahan terbanyak dilakukan tahun lalu.

"Tahun lalu, sekali memusnahkan, 10 kilogram. Narkotika itu tersebar di seluruh Jawa Tengah," tuturnya.
Sementara, Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Kelas I Semarang, Tribowo menuturkan, pelaku menggunakan ponsel untuk mengendalikan narkobar.

"Saat dilakukan operasi juga ditemukan ponsel itu," jelasnya.

Ia mengatakan, razia sering dilakukan untuk mengantisipasi adanya ponsel di dalam Lapas. Namun, masih banyak dijumpai penyelundupan ponsel.

"Sudah ada 400 lebih ponsel yang disita selama satu tahun ini," kata dia. (rtp)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved