Dekat Gunung Slamet, Dukuh Sawangan Tegal Rawan Terkena Erupsi

Pasalnya, dukuh itu hanya berjarak sekitar 6,5 kilometer dari kawah Gunung tertinggi di Jateng itu

Dekat Gunung Slamet, Dukuh Sawangan Tegal Rawan Terkena Erupsi
budi susanto
Kondisi Gunung Slamet dari arah Bascamp Dipajaya, Asap nampak keluar dari puncak gunung, Sabtu (10/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Dukuh Sawangan di Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, wilayah disebut paling rawan terkena erupsi Gunung Slamet yang kini statusnya waspada.

Pasalnya, dukuh itu hanya berjarak sekitar 6,5 kilometer dari kawah Gunung tertinggi di Jateng itu.

Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal diminta untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk dari peningkatan aktivitas gunung yang membentang di lima kabupaten, yakni Kabupaten Banyumas, Pemalang, Tegal, Purbalingga dan Brebes itu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tegal, Widodo Joko Mulyono menuturkan, pihaknya bersama lintas sektoral sedang mempersiapkan manajemen data ihwal antisipasi pencegahan jika aktivitas Gunung Slamet kian meningkat.

“Kami sedang fokus menyusun dan melakukan pengecekan jalan tembus di Pedukuhan Sawangan, pengecekan jalur evakuasi, transportasi, dan tempat titik kumpul serta tempat evakuasi penduduk,” tutur Joko kepada Tribunjateng.com, Jumat (16/8/2019)

Menurut Sekda, upaya itu ditujukan terhadap BPBD Kabupaten Tegal untuk dapat mengecek wilayah mana saja yang terdampak pada titik rawan bencana.

Selain itu, Joko juga memerintahkan untuk menutup sementara jalur pendakian Gunung Slamet via Guci Tegal.

“Dampak dari kenaikan aktivitas Gunung Slamet salah satunya adalah pendakian yang untuk sementara waktu harus ditutup demi keamanan. Para pendaki yang hendak mengibarkan bendera saat hari kemerdekaan juga tidak diperbolehkan,” ujar Joko.

Sementara itu, Pegawai Pos Pengamatan Gunungapi Slamet Gambuhan Pemalang, Muhammad Rusdi menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan selalu mengikuti arahan dari pihak terkait.

"Baik dari pos pengamatan, pemerintah maupun BPBD setempat. Selain itu, masyarakat juga dihimbau agar tidak melakukan aktivitas atau tidak mendekat dalam radius aman 2 kilometer dari kawah," pesannya. (Tribunjateng/gum).

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved