Menuju RSUD Kardinah Pendidikan, Jumadi: Pendidikan dan Palayanan Publik Harus Tetap Seimbang
Kementrian Kesehatan RI lakukan visitasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kardinah Kota Tegal, untuk menilai kesiapan sebagai rumah sakit pendidikan,
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, TEGAL- Kementrian Kesehatan RI lakukan visitasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kardinah Kota Tegal, untuk menilai kesiapan sebagai rumah sakit pendidikan, Kamis (15/8/2019).
Tim Visitasi Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI, Ester Marini Lubis mengatakan, ini menjadi penilaian RSUD Kardinah untuk bisa ditetapkan sebagai rumah sakit pendidikan satelit.
Menurut Ester, pihaknya akan memberikan rekomendasi perbaikan supaya bisa segara diperbaiki.
Selain memberikan pelayanan, nantinya rumah sakit pendidikan juga bisa mendidik calon tenaga kesehatan.
"Pemkot Tegal harus bisa bantu secara moral, anggaran, SDM, sarana, dan prasarana sehingga RSUD Kardinah memenuhi standar rumah sakit pendidikan," jelasnya.
Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi mendukung RSUD Kardinah untuk menjadi rumah sakit pendidikan.
Namun menurutnya ini adalah tantangan.
Saat sudah terwujud, RSUD Kardinah mesti bisa menyeimbangkan antara pendidikan dan pelayanan kepada publik.
"Ini penting. Katakanlah ada tupoksi RSUD Kardinah dalam pendidikan, tapi pelayanan kepada publik malah menurun. Maka ini menjadi masalah," katanya.
Menurut Jumadi, tugas utama dari rumah sakit adalah memberikan pelayanan kepada publik.
Namun jadinya RSUD Kardinah sebagai rumah sakit pendidikan pun bagus.
Nantinya RSUD Kardinah akan melahirkan generasi dokter dan tenaga medis bagus.
Jumadi berharap, antara pendidikan dan pelayanan harus sama- sama menonjol.
"Kalau berhasil, maka RSUD Kardinah menjadi yang pertama di wilayah Pantura. Itu bagus dan saya yakin kita pasti berhasil," ungkapnya. (fba)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kunjungan-tim-visitasi-kementrian-kesehatan-ri.jpg)