Pelaku Bisnis Asuransi Berlomba Inovasi Produk untuk Tarik Nasabah

Masih minimnya penetrasi asuransi di Indonesia memacu para pelaku bisnis ini terus berlomba

Pelaku Bisnis Asuransi Berlomba Inovasi Produk untuk Tarik Nasabah
ISTIMEWA
Dini Maharani, Director and Chief Distribution Officer Cigna Indonesia melihat proses klaim yang sedang diajukan nasabah. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Masih minimnya penetrasi asuransi di Indonesia memacu para pelaku bisnis ini terus berlomba meluncurkan produk inovasi untuk terus menjaring nasabah baru.

Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, penetrasi asuransi jiwa pada 2018 tercatat sebesar 1,3 persen, turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 1,4 persen.

Ketua Bidang Hukum dan Kepatuhan AAJI, Maryoso Sumaryono mengatakan, industri asuransi saat ini perlu mendapatkan perhatian lebih. “Karena sekarang penetration rate asuransi jiwa di Indonesia termasuk yang terendah di Asia Tenggara," ujarnya.
Inovasi produk itu seperti dilakukan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia yang meluncurkan produk baru berlabel MiFuture Income Protector (Mifip).

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Manulife Indonesia, Ryan Charland mengatakan, Mifip dirancang untuk nasabah yang menginginkan ketenangan jangka panjang dan tidak terpengaruh pergerakan pasar.

“Kami berkomitmen terus membantu memudahkan masyarakat Indonesia pada setiap tahap kehidupannya, termasuk hari tua mereka,” katanya, dalam siaran tertulis yang diterima Tribun Jateng, Kamis (15/8).

Head of Product Manulife Indonesia, Richard A Sondakh menuturkan, produk Mifip hadir bersamaan dengan terus meningkatnya kelas menengah di Indonesia, berdasarkan kajian Boston Consulting Group.

“Pertumbuhan kelas menengah menjadi kesempatan bagi perusahaan asuransi untuk meningkatkan penetrasi,” ujarnya.

Generasi sandwich

Meski demikian, menurut dia, saat ini masih banyak generasi sandwich, di mana kalangan kelas menengah masih dihadapkan persoalan menanggung kebutuhan orangtua dan keluarganya sendiri, yaitu istri dan anak-anak.

Apalagi, data OJK mencatat, hanya 13,5 juta pekerja atau sekitar 27 persen dari 50 juta pekerja formal di Indonesia yang memiliki program pensiun.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved