Berdayakan Remaja dengan Pelatihan membuat Perangkap Serangga Bertegangan Tinggi

Kondisi lingkungan yang lembap dan kotor memicu berkembangnya nyamuk dan berbagai macam jenis serangga. Selain mengganggu warga pada saat tidur

Berdayakan Remaja dengan Pelatihan membuat Perangkap Serangga Bertegangan Tinggi
shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi digigit nyamuk 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kondisi lingkungan yang lembap dan kotor memicu berkembangnya nyamuk dan berbagai macam jenis serangga. Selain mengganggu warga pada saat tidur, nyamuk juga berbahaya menularkan virus yang menyebabkan seseorang terkena demam berdarah.

Angka kematian disebabkan karena DB di Jawa Tengah cukup tinggi. Untuk mencegah berkembangnya nyamuk banyak cara dilakukan melalui kegiatan bersih-bersih lingkungan, menguras bak mandi dan tempat-tempat genangan air yang cukup lama mengendap.

Selain kegiatan tersebut, ada cara lain yaitu dengan memasang alat perangkap agar nyamuk. Mahasiswa KKN di Kabupaten Tegal tergerak untuk memberikan pelatihan pembuatan perangkap serangga menggunakan piranti elektronik yang sederhana.

Hanya dengan menggunakan dua diode dan dua kapasitor, bisa dihasilkan listrik tegangan tinggi hingga mencapai 1.500 Volt yang dapat digunakan untuk mematikan nyamuk.

Dosen teknik elektro Undip, Abdul Syakur selaku pendamping mahasiwa menjelaskan bahwa listrik tegangan tinggi tersebut dialirkan ke sebuah anyaman kawat kasa, dan satu anyaman kawat lainnya terhubung ke bagian negatifnya.

Untuk menarik nyamuk agar mendekat ke anyaman kawat kasa, dipasanglah lampu ultra violet (UV). Saat nyamuk berbondong-bondong mendekati lampu UV harus melewati anyaman kawat kasa, maka akan terperangkap dan mati terkena tegangan tinggi.

Kepala Desa Lebaksiu Kidul, Mohammad Ahrodin mengungkapkan rasa terima kasih kepada dosen dan mahasiswa KKN yang telah memberikan pelatihan pembuatan perangkap serangga.

"Ternyata mudah ya membuat alatnya," demikian katanya di sela-sela mengikuti kegiatan pelatihan.

Ahrodin juga senang dan bangga dengan mahasiswa karena sebelumnya juga telah mengajari remaja IPNU dan IPNNU yaitu cara membuat lampu darurat (emergency) sederhana. Lampu tersebut hemat energi karena mampu bertahan hingga dua jam, menggantikan penerangan saat listrik PLN padam.

Ahrodin meminta harapan kepada mahasiswa KKN, agar bisa menggabung teknologi perangkap nyamuk bersumber dari baterai yang digunakan pada lampu darurat.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved