Bupati Dyah Sebut Over Kapasitas di Lapas Purbalingga Bisa Jadi Modal Ekonomi Kreatif

Sebanyak 110 warga binaan di Lapas Kelas II B Purbalingga mendapatkan pengurangan masa tahanan atau remisi bertepatan HUT R1 ke 74 pada 17 Agustus

Bupati Dyah Sebut Over Kapasitas di Lapas Purbalingga Bisa Jadi Modal Ekonomi Kreatif
IST
pemberian remisi warga binaan Lapas Purbalingga 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Sebanyak 110 warga binaan di Lapas Kelas II B Purbalingga mendapatkan pengurangan masa tahanan atau remisi bertepatan HUT R1 ke 74 pada 17 Agustus 2019.

Sebanyak 5 orang di antaranya mendapat remisi umum yakni langsung mendapatkan kebebasan.

Sementara 105 lainnya mendapatkan remisi umum 1.

Warga binaan yang mendapatkan remisi umum 1 sejumlah masih harus menjalani sisa masa hukuman.

"5 orang langsung bebas pada hari ini,” jelas Kepala Lapas Kelas II B Lindu Prabowo

Di sisi lain, Lapas Purbalingga sudah kelebihan penghuni yang melebihi daya tampung (over load). Ini memang menjadi persoalan tersendiri.

Tetapi di lain sisi, kelebihan jumlah warga binaan itu sebetulnya adalah potensi yang belum banyak tergarap.

Warga binaan adalah sumber daya manusia (SDM) yang terabaikan.

Begini Keseruan Wali Kota Semarang Hendi saat Main Lomba Estafet Sarung

222 Napi Di Lapas II B Slawi Dapat Remisi, 3 Di Antaranya Langsung Bebas

309 Warga Binaan di kota Pekalongan Dapat Remisi Saat Hari Kemerdekaan, 4 Diantaranya Bebas

Ini 10 Handphone Fast Charging yang Harganya di Bawah Rp 5 Juta

Mestinya SDM itu bisa mendukung berjalannya kegiatan bersifat massal, seperti kegiatan ekonomi kreatif yang merupakan sektor strategis dalam pembangunan nasional ke depan.

"Kondisi lapas yang kelebihan penghuni diatas 100% saat ini menjadi sumber segala permasalahan.

Bahkan terkadang menjadi alasan “pembenar” terhadap terjadinya penyimpangan-penyimpangan di lapas,” katanya.

 Bupati Dyah H Pratiwi mengatakan, semua permasalahan, penyimpangan maupun pelanggaran yang terjadi di lapas banyak dipicu masalah kelebihan penghuni.

Karenanya, perlu revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

Program pembinaan mestinya diarahkan agar mereka menjadi manusia yang berkualitas, terampil, dan mandiri sehingga mampu memberikan kontribusi dalam memajukan perekonomian nasional. Di antaranya melalui sektor industri kecil dan menengah.

“Kondisi kelebihan isi penghuni tidak boleh lagi dipandang sebagai kelemahan atau sumber permasalahan di lapas, tetapi harus dikelola dan dimanfaatkan menjadi kekuatan tersendiri," tuturnya. (aqy)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved