Liga 1

Semen Padang vs PSIS Semarang : Petaka di Menit-menit Akhir

PSIS Semarang gagal mewujudkan ambisi mencuri poin dari kandang Semen Padamg dalam laga di Stadion H Agus Salim, Padang, Jumat (16/8) sore

Semen Padang vs PSIS Semarang : Petaka di Menit-menit Akhir
ISTIMEWA
Aksi gelandang PSIS Semarang, Septian David Maulana dalam laga melawan Semen Padang FC dalam lanjutan kompetisi Liga 1 pekan keempatbelas, di Stadion H. Agus Salim, Padang, Jumat (16/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PADANG - PSIS Semarang gagal mewujudkan ambisi mencuri poin dari kandang Semen Padamg dalam laga di Stadion H Agus Salim, Padang, Jumat (16/8) sore.

Skuat Mahesa Jenar harus mengakui keunggulan tim berjuluk Kabau Sirah dengan skor tipis 0-1.

Gol kapten Semen Padang, Irsyad Maulana, pada menit akhir menjadi petaka bagi PSIS. Tim tuan rumah berhasil mengubah keadaan pada menit ke-90 dengan mencetak gol dalam pertandingan yang nampaknya akan berakhir imbang 0-0 tersebut.

Berawal dari peluang tendangan bebas, kapten tim Semen Padang, Irsyad Maulana yang mengeksekusi peluang tersebut berhasil mencetak gol. Bola yang ia cetak sempat mengenai pagar betis PSIS, yang kemudian berbelok arah dan tak mampu dijangkau Joko Ribowo.

Adapun dalam jalannya pertandingan, sejak awal laga kedua tim sama-sama bermain dalam tempo sedang. Beberapa peluang dihasilkan kedua tim, namun hingga babak pertama berakhir, skor tetap sama kuat 0-0.

Hanya saja, di babak pertama, penjaga gawang PSIS Semarang, Jandia Eka Putra harus ditarik keluar pada menit ke-34 karena mengalami cedera. Ia kemudian diganti penjaga gawang cadangan, Joko Ribowo.

Di babak kedua, tempo permainan kedua tim tak mengalami perbedaan. Tuan rumah yang mengincar kemenangan perdananya di Liga 1 dalam pertandingan tersebut terus berusaha mencetak gol. Beberapa peluang tercipta, terutama dari striker asingnya, Danny Karl Max. Bahkan, pemain bertubuh jangkung tersebut sempat mendapat peluang lewat tendangan keras dari luar kotak penalti.

Sementara itu, tim tamu pada babak kedua juga memiliki beberapa peluang mencetak gol. PSIS nyaris mengubah kedudukan pada menit ke-62, andai peluang yang didapat Septian David Maulana tidak melebar.

Pada menit ke-70, Bayu Nugroho mencoba melakukan tendangan jarak jauh, namun sepakan kerasnya masih mampu ditepis penjaga gawang Semen Padang, Rendy Oscario.

Tak kunjung mencetak gol, PSIS mencoba memasukkan Tegar Infantrie, menggantikan Septian David Maulana pada menit ke-71. Namun tak ada lagi peluang matang yang benar-benar mengancam gawang Semen Padang.

Kemenangan tuan rumah Semen Padang atas PSIS ini menjadi kemenangan perdana mereka di kompetisi Liga 1, setelah dalam sebelas pertandingan tak sekali pun meraih kemenangan.

Sementara bagi PSIS, kekalahan ini menjadi kekalahan beruntun untuk kali keempat. PSIS sejauh ini masih berada di urutan 13 klasemen sementara dengan koleksi 14 angka dari 13 laga.
Asisten pelatih PSIS, Widiyantoro mengaku, timnya kurang beruntung dalam laga tersebut.

Beberapa peluang diciptakan PSIS dalam laga ini, terutama dua peluang David Maulana namun gagal berbuah gol.

"Beberapa kali pemain kami berhadapan dengan kiper, tidak bisa membuat gol. Kemudian mereka ada peluang, shooting dan berbelok arah kemudian menjadi gol," jelasnya.

Dia menyebut, faktor lapangan yang licin setelah diguyur hujan cukup mempengaruhi permainan Hari Nur dkk. Di samping itu, cedera penjaga gawang Jandia Eka Putra, membuat PSIS tak bisa maksimal dalam menjalankan rencana rotasi pemain di babak kedua. (arl)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved