Teatrikal Perjuangan Melawan Penjajah Disuguhkan ke Warga Kota Pekalongan Peringati Kemerdekaan RI

Dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, Pemkot Pekalongan tampilkan pertunjukan teatrikal di Lapangan Mataram Setda Kota

Teatrikal Perjuangan Melawan Penjajah Disuguhkan ke Warga Kota Pekalongan Peringati Kemerdekaan RI
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Sejumlah aktor memerankan tokoh perjuangan melawan penjajahan Jepan, di Lapangan Mataram Kota Pekalongan, Sabtu (17/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, Pemkot Pekalongan tampilkan pertunjukan teatrikal di Lapangan Mataram Setda Kota Pekalongan.

Teatrikal tersebut menggambarkan perjuangan warga Kota Pekalongan menghadapi penjajahan Jepang.

Tak hanya mengenakan kostum pejuang era pergerakan, suasana pun dibuat semirip mungkin dengan suasana pertempuran.

Pasalnya teatrikal itu diiringi suara-suara di medan pertempuran, seperti ledakan bom ataupun senapan.

Masyarakat yang menyaksikan pertunjukan tersebut, seolah terbawa dalam suasana pertempuran memperjuangkan kemerdekaan.

Dian Kumala (28) warga Pekalongan Barat satu di antaranya, yang menyaksikan teatrikal di Lapangan Mataram Kota Pekalongan.

Ia menuturkan, teatrikal yang ditampilkan selalu ditunggu-tunggu dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Saya selalu menyaksikan teatrikal yang diadakan dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ini, karena pertunjukannya menarik,” jelasnya, Sabtu (17/8/2019).

Tak Ada Satupun Napi Koruptor Ikut Upacara HUT Kemerdekaan RI di Lapas Kedungpane Semarang

Unik, Kapal Polair Baharkam Polri Ajak Nelayan Tambak Lorok Upacara Bendera di Laut

Di Usia 65 Tahun Towiyah Masih Lantang Nyanyikan Lagu Indonesia Raya

4 Kios Habis Dilalap Api di Sekitar Alun Alun Kemiri Purworejo

Dilanjutkannya, pakaian yang dikenakan pemain teater bak pejuang di film kemerdekaan.

“Unik saja jarang saya melihat pakaian seperti itu dikenakan kalau tidak saat memperingati hari kemerdekaan, maka dari itu saya datang untuk menyaksikan teater ini,” paparnya.

Sementara itu Walikota Pekalongan, Saelany Mahfud, menjelaskan dasar negara adalah gotong-royong, dan hal itu digambarkan dalam teater.

“Gotong royong merupakan wujud dari tekad kebersamaan rakyat, hal itu harus terus diemban untuk menghadapi perubahan zaman.

Karena sejak Indonesia merdeka berbagai tantangan dan persoalan berat terus dihadapi, baik bencana alam, konflik sosial, gerakan separatisme dan radikalisme.

Untuk itu kebersamaan merupakan kunci untuk mempertahankan kemerdekaan,” tambahnya.

Penulis: budi susanto
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved