Dinsos Kota Semarang Siapkan Dana Tali Asih PSK Sunan Kuning SK, Muthohar : Tidak Ada Potongan

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang saat ini tengah mempersiapkan dana tali asih yang akan diberikan kepada wanita pekerja seks (WPS) di Sunan Kuning

Dinsos Kota Semarang Siapkan Dana Tali Asih PSK Sunan Kuning SK, Muthohar : Tidak Ada Potongan
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Petugas dari Bank membantu membuatkan rekening bagi Para wanita pekerja seks (WPS) di Sunan Kuning untuk penyaluran dana tali asih saat penutupan nanti, Senin (12/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang saat ini tengah mempersiapkan dana tali asih yang akan diberikan kepada wanita pekerja seks (WPS) di Lokalisasi Argorejo atau Sunan Kuning.

Kepala Dinsos Kota Semarang, Muthohar mengatakan, dana tali asih untuk penutupan Lokalisasi Sunan Kuning hanya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan.

Sebenarnya, sejak muncul keputusan penutupan lokalisasi seluruh Indonesia, Kementrian Sosial (Kemensos) memang akan menggelontorkan dana untuk membantu pemerintah setempat saat menutup lokalisasi.

Pemkot pun sudah melakukan konsultasi beberapa kali dengan Kemensos, namun belum mendapatkan jawaban pasti dari Kemensos terkait dana tali asih.

Sehingga, Pemkot melalui Wali Kota Semarang memutuskan untuk menutup lokalisasi Sunan Kuning secara mandiri menggunakan anggaran APBD.

"Memang awalnya dibantu oleh Kemensos, tapi karena lokalisasi yang ditutup seluruh Indonesia, ada yang dibantu Kemensos dan ada yang mandiri. Saat konsultasi dengan Kemensos memang prosesnya agak lambat. Sehingga, Pemkot komitmen menyiapkan anggaran," papar Muthohar, Minggu (18/8/2019).

Lanjut Muthohar, pada prinsipnya, berkaitan dengan penutupan lokalisasi, Pemkot benar-benar memperhatikan para WPS.

Saat ini, Pemkot baru menyiapkan anggaran tali asih untuk penutupan Lokalisasi Sunan Kuning. Sementara, penutupan Lokalisasi Gambilangu akan dilakukan pada tahap berikutnya sembari menunggu proses dari Kemensos.

Dia menegaskan, tidak ada pemotongan besaran tali asih. Dalam pemberian tali asih, pihaknya juga bekerjasama dengan pihak bank. Artinya, Pemkot benar-benar ingin terbuka dan tidak ingin ada tali asih yang diselewengkan ataupun salah sasaran.

"Dinsos tidak ada potongan tali asih. Kami pun mengajak bank agar pemberian tali asih dilakukan secara transparan," ujarnya.

Saat ini pihaknya memang belum dapat menyebutkan besaran tali asih. Sebab, APBD Perubahan hingga kini masih dalam evaluasi Gubernur Jawa Tengah. Setelah APBD Perubahan sudah pasti, Muthohar akan segera mengungumkan besaran tali asih.

"Berkaitan dengan nilai berapanya nanti kalau sudah saatnya pasti kami sampaikan," ucapnya. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved