Inovatif! Mahasiswa Ngudi Waluyo Semarang Bikin Sabun Transparan dari Ekstrak Daun Bambu Kuning

Joni Prasetyo, Bagas Adi Kuncoro, Dwi Rahayu, dan Tri Widyaningsih menjadi Pemenang Utama dalam Lomba Kreasi dan Inovasi Masyarakat

Inovatif! Mahasiswa Ngudi Waluyo Semarang Bikin Sabun Transparan dari Ekstrak Daun Bambu Kuning
ISTIMEWA
Joni Prasetyo, Bagas Adi Kuncoro, Dwi Rahayu, dan Tri Widyaningsih menjadi Pemenang Utama dalam Lomba Kreasi dan Inovasi Masyarakat (Krenova) yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Barenlitbangda) Kabupaten Semarang atas hasil temuan berjudul Home Industry Antibakteri Transparent Soap Ekstrak Daun Bambu Kuning Sebagai Peluang Usaha Berbasis Global Local Marketing. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Joni Prasetyo, Bagas Adi Kuncoro, Dwi Rahayu, dan Tri Widyaningsih menjadi Pemenang Utama dalam Lomba Kreasi dan Inovasi Masyarakat (Krenova) yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Barenlitbangda) Kabupaten Semarang.

Empat mahasiswa Universitas Ngudi Waluyo mengirimkan hasil temuan berjudul Home Industry Antibakteri Transparent Soap Ekstrak Daun Bambu Kuning Sebagai Peluang Usaha Berbasis Global Local Marketing.

Joni yang mewakili kawan-kawannya menyampaikan syukur dan ucapan terima kasih atas dukungan kampus dan orang tua sehingga mereka bisa mendapatkan predikat Pemenang Utama pada gelaran ini.

Ia pun berharap hasil penelitian mereka dapat dirasakan masyarakat.

"Adanya lomba ini memotivasi saya untuk terus berkarya dan mempunyai andil terhadap masyarakat khususnya di Kabupaten Semarang dan seluruh indonesia.," ujar Joni pada Minggu (18/8/2019) siang di Kampus UNW Ungaran.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Penelitian dan Pengembangan Barenlitbangda Kabupaten Semarang Semarang, Ir. Sukamto selaku ketua panita kegiatan tersebut menyatakan bahwa Lomba Krenova ini diadakan untuk mendorong terbentuknya budaya kreatif dan inovatif masyarakat berdasarkan ilmu pengetahuan.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada masyarakat Kabupaten Semarang khususnya.

"Baik secara perseorangan maupun kelompok yang mampu menghasilkan inovasi dan kreatifitas di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek)," tuturnya.

Karya keempat mahasiswa tersebut menjadi satu puluhan nominator peserta Krenova. Dari puluhan nominator tersebut, empat nominator berasal dari dari UNW.

Anang Dwinanta selaku Kepala Barenlitbangda Kabupaten Semarang, Ir. Eny Hari Widowati dari Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Prof. Dr. Saratri Wilonoyudho dari Dewan Riset Daerah (DRD) Kabupaten Semarang, Drs. Syamani, MM dan Sarwoto dari Forum Komunikasi Kreatif menjadi tim penilai yang juga hadir dalam penyerahan hadiah.

Sebelum pemberian predikat juara, terdapat proses seleksi berupa presentasi. Pada acara tersebut, setiap tim diberi waktu 10 menit untuk presentasi dan 15 menit untuk tanya jawab.

Penilaian presentasi berdasarkan dari unsur nilai pengembangan, penerapan, orisinalitas, substansi, keberlanjutan, dan kebermanfaatan pada masyarakat.

Adapun inovasi yang harus dipresentasikan oleh 4 tim UNW yang didampingi Kartika Dian Pertiwi.,S.K.M,.M.Kes dari Prodi Kesehatan Masyarakat ini antara lain: Home Industry Anti Bakteri Transparent Soap Ekstrak Daun Bambu Kuning Sebagai Peluang Usaha Berbasis Global Local Marketing diketuai oleh Joni Prasetyo;

Nanospray Anti Bakteri Daun Sirsak Sebagai Pengawet Produk Olahan Untuk Mendukung Kemajuan Perekonomian Kabupaten Semarang diketuai oleh Mizana Amilatussholihah;

Pelestarian Budaya Bangsa Melalui Interaktif Pembelajaran Aksara Jawa diketuai oleh Achmad Rizeki; dan Education dan Entertaint Bahasa Inggris sebagai Media Interaktif Berbahasa diketuai oleh Khilda Afriyani.
(arh)

Penulis: amanda rizqyana
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved