Bupati Asip Kholbihi: Pentingnya Seni dan Budaya Sebagai Pemersatu Bangsa

Kabupaten Pekalongan merupakan kabupaten dengan berbagai kearifan lokal yang telah eksis dengan seni dan kebudayaanya.

Bupati Asip Kholbihi: Pentingnya Seni dan Budaya Sebagai Pemersatu Bangsa
Tribun Jateng/ Indra Dwi Purnomo
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat membuka seluk bumi santri di pendopo Kecamatan Sragi, Minggu, (19/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Kabupaten Pekalongan merupakan kabupaten dengan berbagai kearifan lokal yang telah eksis dengan seni dan kebudayaanya.

Keragaman perilaku budaya dan lokal beragam menjadikan seni serta budaya Kabupaten Pekalongan yang unik menjadi menarik untuk dipelajari.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan pembangunan di Kabupaten Pekalongan tidak hanya membangun fisiknya tapi juga pembangunan sumber daya manusia yang berbasis nilai nilai seni dan budaya.

"Pembangunan manusia lahir dan batin. Batin manusia diangkat dari nilai-nilai adat-istiadat, nilai-nilai kebudayaan serta nilai religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Kabupaten Pekalongan," kata Asip kepada Tribun Jateng.com, seusai menghadiri acara seluk bumi santri di pendopo Kecamatan Sragi, Minggu, (19/8/2019).

Bupati Asip menjelaskan unsur-unsur yang merupakan materi atau bahan pembangunan tidak lain diangkat dari pandangan hidup masyarakat sendiri.

Melihat permasalahan yang ada saat tokoh masyarakat, budayawan, dan ormas harus dapat bermitra dengan pemerintah daerah untuk menempatkan budaya sebagai ujung tombak dalam menjaga persatuan dan kesatuan.

"Lesbumi mempunyai potensi besar untuk berperan serta dalam pengembangan dan pelestarian nilai budaya. Dikarenakan memiliki aktivitas yang mengakar di masyarakat luas.

Sehingga secara otomatis dapat merasakan getaran-getaran riil yang terjadi di masyarakat utamanya dalam memajukan kebudayaan, melestarikan tradisi, dan mengembangkan adat budaya masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Gus Eko Ahmadi, Ketua Lesbumi PCNU Kabupaten Pekalongan mengatakan sebagai kabupaten yang besar dengan keanekaragaman budaya yang menjadi identitas, sehingga diperlukan pemahaman seni dan budaya sebagai nilai dasar ketahanan nasional serta sebagai pemersatu bangsa.

"Seni dan Budaya di Kabupaten Pekalongan menjadi pemersatu apabila kita memiliki rasa bangga terhadap seni dan budaya yang kita miliki," katanya.

Gus Eko menjelaskan bahwa, berbagai permasalahan yang terjadi pada bangsa Indonesia umumnya dan Kabupaten Pekalongan khususnya ini sangatlah kompleks.

Salah satunya lemahnya pemahaman nilai-nilai seni dan budaya yang terkandung di dalam pembangunan itu seperti budaya ramah tamah, gotong royong, musyawarah mufakat sudah luntur dan tergeser.

"Bahkan ada sebagian yang mulai menghilang oleh derasnya laju globalisasi, dan masuknya budaya luar yang telah merusak moral serta etika yang akhirnya menimbulkan degradasi budaya," imbuhnya.

Gus Eko menambahkan upaya pengembangan dan pelestarian budaya daerah dapat dilakukan dengan bekerja sama dengan pemerintah daerah khususnya bidang kebudayaan.(Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved