Geliat Industri Batu Bata Merah di Desa Karanganyar Banjarnegara saat Kemarau

Musim kemarau jadi momentum bagi para pengrajin bata merah di Desa Karanganyar Kecamatan Purwanegara Banjarnegara untuk meningkatkan produktivitasnya.

Geliat Industri Batu Bata Merah di Desa Karanganyar Banjarnegara saat Kemarau
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKKI
Hadikin pengrajin bata merah di desa Karanganyar Purwanegara Banjarnegara 

TRIBUNJATENG COM, BANJARNEGARA-Musim kemarau jadi momentum bagi para pengrajin bata merah di Desa Karanganyar Kecamatan Purwanegara Banjarnegara untuk meningkatkan produktivitasnya.

Sejumlah pengrajin sibuk di bengkel pembuatan bata merah mereka tak jauh dari rumah.

Mereka saling berbagi tugas.

Ada yang bertugas mengolah tanah liat sebagai bahan baku pembuatan bata merah.

Sebagian lain mencetak adonan tanah menggunakan alat cetak manual hingga membentuk bata.

Batu bata setengah jadi itu ditata rapi di bawah terik matahari agar kering.

Proses penjemuran ini ternyata memakan waktu paling lama di antara tahapan lainnya. Saat cuaca terik seperti saat ini, pengeringan bisa berlangsung lebih cepat, sekitar satu bulan.

"Setelah kering, itu dibakar,"kata Hadikin pengrajin bata asal Rt 4 Rw 1 Desa Karanganyar Kecamatan Purwanegara

Hadikin mengaku hanya membuat batu bata merah saat musim kemarau. Cuaca musim itu sangat mendukung untuk produksi bata.

Pasalnya, pengeringan batu bata yang selesai dicetak membutuhkan waktu lama.

Halaman
123
Penulis: khoirul muzaki
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved