Mantan Rektor UMP Purwokerto Syamsuhadi Irsyad Mendapat Bintang Jasa Utama dari Presiden

Pemberian tanda jasa kehormatan ini merupakan hasil persetujuan sidang Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (Dewan GTK) periode Agustus 2019.

Mantan Rektor UMP Purwokerto Syamsuhadi Irsyad Mendapat Bintang Jasa Utama dari Presiden
ist
Presiden Joko Widodo memberikan Bintang Jasa Utama bagi mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Syamsuhadi Irsyad atas jasa-jasanya, Kamis (15/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Presiden Joko Widodo memberikan tanda kehormatan kepada mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Syamsuhadi Irsyad berupa Bintang Jasa Utama karena dianggap sudah banyak berjasa di Indonesia.

Pemberian tanda kehormatan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Penghargaan ini diberikan sekaligus dalam rangka memperingati HUT ke-74 RI.

Pemberian tanda jasa kehormatan ini merupakan hasil persetujuan sidang Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (Dewan GTK) periode Agustus 2019.

Rektor UMP Dr Anjar Nugroho mengungkapkan, almarhum Syamsuhadi seorang pemikir dan penulis manajemen yang hebat.

Almarhum adalah pemimpin yang banyak mendengar daripada memerintah, pemimpin yang banyak mendorong orang untuk mengeluarkan banyak ide kreatif dan melaksanakan ide itu dengan sukarela.

"Kurang lebih dua belas tahun bersama Bapak Syamsuhadi Irsyad, delapan tahun di antaranya mendampingi beliau sebagai wakil Rektor memberikan cacatan tersendiri. Secara faktual muncul dalam keseharian beliau sebagai Rektor. Pemimpin yang dituntut untuk menggerakkan seluruh potensi dan kekuatan dalam universitas, beliau lakukan dengan tidak memberi perintah langsung. Yang disentuh oleh beliau adalah kesadaran individu masing-masing komponen untuk bergerak, sehingga kami dalam melakukan sesuatu, apapun itu, merasa sangat ringan dan tanpa beban," jelasnya.

Menggerakkan tanpa memberi perintah seolah telah menjadi bagian yang menyatu dalam gaya kepemimpinan beliau.

"Kata-kata silakan saja, setiap kali kami memberi usulan dan saran kepada beliau bukan sekedar kata basa-basi, tapi secara tidak langsung inilah pendelegasian tugas yang efektif. sehingga siapa pun yang mendapat arahan silakan saja dari beliau, memperoleh energi yang besar untuk melaksanakan tugas sesuai yang diusulkan atau disarankan," jelas Rektor.

Menurutnya "silakan saja” itu maknanya baginya adalah mendapat kepercayaan untuk melaksanakan tugas karena dianggap mampu dan bertanggungjawab. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved