Masih Terkendala Bangunan PKL, Proyek Normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT) Semarang Molor

Kemarin kendala sosialnya masih tinggi, dikhawatirkan dana tidak terserap, akhirnya dialihkan ke daerah-daerah yang perlu percepatan

Masih Terkendala Bangunan PKL, Proyek Normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT) Semarang Molor
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Pekerja sedang menyelesaikan pembangunan normalisasi sungai banjir kanal timur, Kamis (6/12/2018). Sungai Banjir Kanan Timur ini nantinya akan di bangun area pertamanan dan penataan sungai yang lebih bersih. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Proyek normalisasi sungai Banjir Kanal Timur (BKT) molor dari target awal.

Sebelumnya, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana menargetkan, normalisasi ini rampung Desember 2018 lalu. Namun hingga saat ini proyek nasional tersebut masih belum kunjung rampung.

Kepala BBWS Pemali Juana, Ruhban Ruzziyanto mengatakan, molornya proyek ini lantaran terkendala lamanya proses relokasi pedagang kaki lima (PKL) yang menempati bantaran sungai.

Bahkan, karena kendala sosialnya masih tinggi, Pemerintah Pusat akhirnya melakukan rasionalisasi anggaran proyek normalisasi BKT untuk dialihkan ke daerah yang perlu perceparan pembangunan.

"Kemarin kendala sosialnya masih tinggi, dikhawatirkan dana tidak terserap, akhirnya dialihkan ke daerah-daerah yang perlu percepatan. Sebenarnya, kalau kemarin tidak terkendala masalah sosial, 2018 sudah selesai," ujar Ruhban, Senin (19/8/2019).

Ruhban berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang segera melakukan relokasi para PKL yang masih bertahan di bantaran sungai agar proyek normalisasi dapat segera dilanjutkan.

Apalagi, cuaca saat ini sangat mendukung untuk dilakukan percepatan sebelum memasuki musim penghujan.

Pekerjaan yang masih perlu dilakukan diantaranya pembangunan parapet di beberapa titik yang masih ditempati PKL.

Menurutnya, pembangunan parapet harus dikebut sebelum musim penghujan. Hal ini untuk menahan air sungai tidak meluap atau jebol sehingga menyebabkan banjir.

"Parapet ada yang belum dikerjakan. Parapet itu kan penting, kalau saat musim hujan tidak ada parapetnya dikhawatirkan banjir akan lolos seperti beberapa waktu lalu," paparnya.

Halaman
12
Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved