Pemkot Pekalongan Minta Kuota Khusus untuk Warga Kota Batik saat Rekrutmen Driver Ojol

Pemkot Pekalongan sarankan perusahaan Ojek Online (Ojol) maupun taksi online untuk menyediakan kuota bagi warga Kota Batik pada saat rekrutmen.

Pemkot Pekalongan Minta Kuota Khusus untuk Warga Kota Batik saat Rekrutmen Driver Ojol
Tribun Jateng/ Budi Susanto
Wakil Walikota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, menghadiri gelaran acara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 di Komplek Setda Kota Pekalongan, Sabtu (17/8) lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pemkot Pekalongan sarankan perusahaan Ojek Online (Ojol) maupun taksi online untuk menyediakan kuota bagi warga Kota Batik pada saat rekrutmen.

Pasalnya, walaupun perusahaan transpotasi berbasis aplikasi sudah memberikan kuota untuk warga lokal, namun Pemkot menginginkan agar perusahaan lebih memprioritaskan penerimaan untuk warga Kota Batik.

Hal itu untuk menyerap tenaga kerja untuk warga yang memiliki KTP Kota Pekalongan.

Menurut Wakil Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, jumlah driver Ojol dan taksi online di Kota Pekalongan sudah mencapai ribuan.

“Gojek satu di antara contohnya, di mana hingga kini ada sekitar 3.000 driver yang beroprasi di Kota Pekalongan, sementara untuk taksi online ada 1.500,” paparnya, Senin (19/8/2019).

Melihat dari jumlahnya, Afzan meminta perusahaan Ojol serta taksi online agar menyiapkan kuota untuk warga Kota Pekalongan. Karena selama ini, justeru banyak warga daerah lain yang menjadi driver di Kota Batik.

“Jadi tidak hanya di Gojek saja, meski kini belum ada rekrutmen, ke depan akan kami sosialisasikan agar perusahaan transportasi yang beroprasi di Kota Batik untuk menyediakan kuota untuk warga Kota Batik,” terangnya.

Selain meminta kuota, Afzan juga menanggapi adanya kenaikan tarif Ojol serta taksi online dari Kementerian Perhubungan.

“Memang ada kenaikan yang diberlakukan pemerintah, dan hal tersebut berdampak tidak hanya bagi perusahaan namun juga bagi drivernya. Namun kami sudah bertemu dengan perwakilan Ojol, dan mereka menyiapkan inovasi agar tetap mendapat pelanggan,” ujar Afzan.

Dikatakannya, inovasi tersebut diterapkan dalam bentuk bonus untuk pelanggan yang menggunakan layanan transportasi berbasis aplikasi.

“Mereka memberikan bonus ke pelanggan, misal jika beberpa kali menggunakan layanan akan mendapat potongan dan sebagainya. Inovasi tersebut diberlakukan agar Ojol ataupun taksi online tidak ditinggalkan pelanggan karena kenaikan tarif,” tambahnya.(Laporan Wartawan Tribun Jateng/ Budi Susanto)

Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved