Yuk, Ramai-ramai Nonton Bupati Batang Wihaji Ndalang di Alun-alun Bayang, Catat Tanggal Mainnya

Sebagai upaya melestarikan budaya, Bupati Batang Wihaji bakal tampil menjadi dalang wayang kulit.

Yuk, Ramai-ramai Nonton Bupati Batang Wihaji Ndalang di Alun-alun Bayang, Catat Tanggal Mainnya
ISTIMEWA
Ilustrasi Bupati Batang Wihaji menjadi dalang. Pada Sabtu (31/8/2019) mendatang, Wihaji akan kembali menjadi dalang di Alun-alun Bayang. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Sebagai upaya melestarikan budaya, Bupati Batang Wihaji bakal tampil menjadi dalang wayang kulit

Unjuk gigi Bupati Batang Wihaji ini, masih dalam rangkaian memeriahkan HUT RI.

Tak hanya sendiri, Wihaji akan berkolaborasi dengan dalang Ki Utomo dan Ki Santoso dari Kabupaten Batang.

Pagelaran wayang kulit dengan lakon Bimo Suci atau Dewa Ruci tersebut akan digelar di Alun-alun Bayang pada Sabtu (31/8/2019) mendatang.

Sebelum pagelaran wayang kulit, terlebih dahulu dilaksanakan kirab budaya penjamasan Tombak Abirawa.

"Hiburan Wayang kulit sebagai bentuk nguri-uri seni dan budaya Jawa yang agar budaya wayang kulit di Batang Kota tetap lestari dan semakin diminati warga terutama kaum milenial," tutur Bupati Wihaji saat ditemui di kantornya Senin ( 19/8/2019).

Ia juga mengatakan, pagelaran wayang kulit dan penjamasan pusaka Tombak Abirawa untuk menghibur masyarakat serta dalam rangka menyongsong tahun baru 1 Muharam atau Syuro.

Karena kegiatan tersebut juga bagian dari tradisi Jawa yang sudah turun temurun.

"Penjamasan pusaka merupakan ritual tradisi masyarakat Jawa, yang akan kita kemas untuk wisata budaya sebagai agenda tahunan, guna menyongsong visit Batang 2022," ujarnya.

Sementara itu, untuk terus melestarikan budaya wayang melalui Organisasi Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Kabupaten Batang, pemkab melakukan pembinaan kepada calon-calon dalang muda agar lebih kreatif dan tidak monoton, sehingga dapat diterima oleh kaum milenial.

"Tidak dipungkuri kemajuan zaman di era revolusi industri yang semakin kompetitif, kalau tidak ada yang melestarikan seni budaya sebagai kearifan lokal akan hilang dari peradaban," pungkasnya. (din)

Penulis: dina indriani
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved