39,7 Hektare Masih Jadi Kawasan Kumuh di Kota Pekalongan, Tersebar di 13 Kelurahan

Data Pemkot Pekalongan, luasan kawasan kumuh tinggal 20 persen atau 39,77 hektare, dari total luasan Kota Batik yang tersebar di 17 titik.

39,7 Hektare Masih Jadi Kawasan Kumuh di Kota Pekalongan, Tersebar di 13 Kelurahan
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Jajaran Pemkot Pekalongan hadiri workshop program kota tanpa kumuh di Hotel Dafam Pekalongan, Selasa (20/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pemkot Pekalongan targetkan mampu hilangkan luasan kawasan kumuh pada akhir tahun ini.

Data Pemkot Pekalongan, luasan kawasan kumuh tinggal 20 persen atau 39,77 hektare, dari total luasan Kota Batik.

Adapun kawasan kumuh seluas 39,77 hektare tersebut tersebar di 17 titik yang ada di 13 kelurahan.

Luasan kawasan kumuh tersebut dinyatakan Pemkot Pekalongan berkurang.

Pasalnya pada 2014 luasannya mencapai 195,59 hektare.

Sedangkan pada 2017 kawasan kumuh di Kota Pekalongan mencapai 155,82 hektare.

Dijelaskan Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Dinperkim) Kota Pekalongan, Andrianto, langkah penuntasan kawasan kumuh sudah dilaksanakan sejak 2014.

“Lewat Surat Keputusan (SK) Wali Kota Pekalongan pada 2014 lalu. Kami terus berupaya menghilangkan dan mengurangi kawasan kumuh di Kota Pekalongan,” jelasnya, Selasa (20/8/2019).

Dilanjutkannya, pemetaan kawasan kumuh sudah dilakukan.

Namun ia akan melakukan pemutakhiran data kembali.

“Kami akan memverifikasi kembali daerah yang berpotensi menjadi kawasan kumuh."

"Hal tersebut dikarena rob yang hingga kini belum tuntas penanganannya,” ujarnya.

Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan, Anita Heru Kusumorini menuturkan, percepatan penuntasan kawasan kumuh harus segera dilakukan.

“Peran semua pihak diperlukan untuk menuntaskan 20 persen kawasan kumuh. Meski pekerjaan berat tetap kami usahakan untuk mengurangi kawasan kumuh hingga selesainya RPJMD akhir tahun ini,” tambahnya. (Budi Susanto)

Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved