Alissa Wahid Tegaskan Tak Boleh Ada Ujaran Rasialisme pada Siapapun

Alissa Wahid menyesalkan adanya dugaan tindakan diskriminasi rasial saat pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya

Alissa Wahid Tegaskan Tak Boleh Ada Ujaran Rasialisme pada Siapapun
KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA
Koordinator Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid dalam diskusi di Jakarta, Selasa (29/8/2017) 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Koordinator Jaringan Gusdurian Indonesia Alissa Wahid menyesalkan adanya dugaan tindakan diskriminasi rasial saat pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya, Jumat (16/8/2019) pekan lalu.

Alissa menegaskan ujaran yang bersifat rasialisme dan merendahkan tidak boleh terjadi terhadap siapa pun.

"Seharusnya perbedaan-perbedaan kita, baik fisik maupun pemikiran tidak lagi memancing kebencian dan reaksi berlebihan."

"Ujaran yang bersifat rasis dan merendahkan orang lain tidak boleh terjadi," ujar Alissa melalui keterangan tertulisnya, Selasa (20/8/2019).

Alissa mengatakan, Jaringan Gusdurian menyadari sepenuhnya selama ini Papua sebagai tempat yang memiliki kekayaan alam melimpah justru menjadi kawasan yang tertinggal di Indonesia.

Oleh sebab itu, keadilan dan perlakuan yang tidak setara masih terjadi di Papua hingga sekarang.

Putri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid itu pun menegaskan masyarakat Papua harus dihargai martabatnya sebagai sesama warga negara Indonesia.

"Sebagai sesama anak bangsa Indonesia yang mempunyai hak yang sama dan setara," kata Alissa.

Seperti diberitakan, insiden pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya bermula dari tersebarnya kabar dugaan perusakan bendera Merah Putih.

Kemudian, sejumlah ormas dan aparat mendatangi asrama tersebut.

Halaman
12
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved