Ngopi Pagi

Fokus : Saatnya Menebar Manfaat

Pemilihan legislatif (Pileg) 2019 telah menghasilkan anggota dewan dari berbagai latarbelakang partai dan profesi.

Fokus : Saatnya Menebar Manfaat
tribunjateng/cetak/grafis bram kusuma
RUSTAM AJI wartawan Tribun Jateng 

Oleh Rustam AJi

Wartawan Tribun Jateng

Pemilihan legislatif (Pileg) 2019 telah menghasilkan anggota dewan dari berbagai latarbelakang partai dan profesi. Bahkan sejumlah kabupaten dan kota telah melantik anggota DPRD baru beberapa waktu lalu.

Keberadaan mereka, tentulah bukan sekadar sebagai pelengkap dalam fungsi menjalankan pemerintahan, melainkan juga sebagai amanat konstitusi, representasi dari rakyat.

Dalam amanat konstitusi, fungsi DPRD dalam undang-undang nomor 17 tahun 2014 tentang MD3, DPRD juga diberikan hak interpelasi, angket dan menyatakan pendapat. Artinya, mereka bisa menjalankan fungsinya sebagai alat kontrol terhadap segala kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah kabupaten atau kota.

Namun sayang, dalam praktiknya –berdasar pengalaman sebelum-sebelumnya—masih banyak anggota dewan yang tak menjalankan fungsinya. Karena itu, tak berlebihan jika kemudian banyak muncul kritik dan kekecewaan dari sebagian masyarakat terhadap kinerja anggota dewan.

Sejumlah kasus menyangkut anggota dewan, tak melulu soal masalah korupsi saja, tetapi juga ada yang terjerat soal kasus asusila antaranggota dewan sendiri, sering bolos meninggalkan persidangan, hingga “perselingkuhan” politik dengan eksekutif yang ujung-ujungnya membuat kebijakan yang mengabaikan kepentingan rakyat dan menguntungkan pihak-pihak tertentu.

Fungsi pengawasan yang mestinya mampu mendorong DPRD untuk melakukan kontrol terhadap eksekutif, justru terkadang malah dijadikan alat tawar untuk mengeruk keuntungan pribadi maupun kelompoknya.

Karena itu, belajar dari kasus-kasus yang menimpa dewan selama ini, hendaknya anggota dewan dari hasil pemilu yang menghabiskan biaya tidak sedikit ini, mampu bekerja sesuai ekspektasi masyarakat, tidak sekadar ahli dalam bikin janji “pepesan kosong”. Apalagi, rata-rata dari anggota dewan yang baru dilantik, kebanyakan merupakan wajah-wajah lama (incumbent), sehingga secara pengalaman mereka tidak perlu lagi diajari namun bisa langsung bekerja dan menebar manfaat bagi rakyat.

Rasanya percuma saja terpilih menjadi anggota dewan berkali-kali bila tak mampu memberi manfaat pada orang lain. Kepercayaan yang diberikan oleh rakyat untuk kali kedua atau ketiga, sudah seharusnya dijalankan dengan baik.Caranya, tentu saja dengan menghasilkan aturan-aturan yang membela kepentingan rakyat.

Jabatan sebagai anggota dewan memang sangat strategis. Karena itu, bagi mereka yang tak memiliki integritas tinggi, tak jarang jabatan anggota dewan justru menjerumuskannya ke perbuatan-perbuatan yang komersil. Semua diukur dari seberapa banyak hal itu bisa menguntungkan dirinya.

Di tengah kondisi seperti saat ini, rasanya kurang pantas bila masih ada anggota dewan yang melakukan praktik-praktik tak terpuji hanya untuk kepentingan pribadi. Justru saat inilah waktu yang tepat untuk menebar manfaat demi memajukan daerah dan membuat sejahtera rakyat! (*)

Penulis: rustam aji
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved