Ironis, Pelaku Pembunuhan NH Mayat Dalam Karung di Tegal Malah Tertawa Saat Rekonstruksi

Para tersangka kasus pembunuhan remaja berusia 16 tahun di Desa Cerih, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, tampak tak merasa bersalah saat reka

Ironis, Pelaku Pembunuhan NH Mayat Dalam Karung di Tegal Malah Tertawa Saat Rekonstruksi
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Saat kelima pelaku pembunuhan Nurkhikmah di Desa Cerih, Jatinegara, Kabupaten Tegal melaksanakan rekonstruksi di Lapangan Aspol Kalibliruk Slawi, Selasa (20/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Para tersangka kasus pembunuhan remaja berusia 16 tahun di Desa Cerih, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, tampak tak merasa bersalah saat menjalani reka adegan di Lapangan Aspol Kalibliruk, Slawi, Selasa (20/8/2019) ini.

Kelima tersangka pembunuhan Nurkhikmah (16), yang ditemukan tinggal tulang-belulang dalam karung di sebuah rumah kosong itu, masih bisa bercanda.

Para pelaku yang terdiri atas Abdul Malik (20), Muhammad Soproi (18), Saiful Anwar (24), NL (17), dan AI (15) bahkan sempat tertawa saat reka adegan kasus pembunuhan tragis itu.

Kakek 83 Tahun di Tegal Nikahi Gadis 27 Tahun, Mahar Uang Gepokan, Begini Ekspresi Mereka saat Ijab

Saat OTT KPK di Solo, Jaksa ES Sedang Tidak Masuk Kantor Alasannya Izin Anaknya Sakit

Pertama Kali dalam Sejarah, Pasangan Ini Gelar Resepsi Pernikahan di Sam Poo Kong Semarang

Konsumsi Obat Kedaluwarsa dari Puskesmas, Terungkap Kondisi Janin Novi

"Para pelaku memang tampak tak ada penyesalan.

Masih sempat bercanda.

Hal itu karena kasus pembunuhan sudah terjadi berbulan-bulan lalu, tepatnya April 2019 lalu," kata Kasatreskrim Polres Tegal AKP Bambang Purnomo kepada Tribunjateng.com seusai memimpin rekonstruksi.

Dia menyebut, rekonstruksi kasus pembunuhan ini untuk melengkapi berkas perkara di Kejaksaan Negeri (Kejari).

Para tersangka memperagakan 35 adegan reka ulang kejadian dalam tiga lokasi yang berbeda.

"Kami mengambil lokasi rekonstruksi di Lapangan Aspol Kalibliruk Slawi.

Kami tidak ambil di TKP aslinya karena situasi di sana tidak memungkinkan.

Akses juga buruk," jelas Kasatreskrim.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ni Luh Made Arie Adi Ningsih memastikan bahwa dua tersangka perempuan yang diketahui masih di bawah umur tetap tidak akan mendapat diversi.

Selain itu, dua tersangka di bawah umur itu pun tetap diancam hukuman pidana tanpa adanya keringanan.

"Karena pidana hukum lebih dari tujuh tahun penjara sehingga tidak ada diversi namun tetap akan dibimbing.

Dari rekonstruksi ini, semua adegan sudah sesuai dengan berkas penyidikan.

Tindakan pembunuhan ini memang dipicu karena para pelaku berada dalam pengaruh miras," papar Arie yang juga hadir dalam rekonstruksi tersebut.

Sebelumnya diberitakan, para tersangka akan diganjar pasal berlapis.

Masing-masing Pasal 80 ayat 3 Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan 15 tahun dan Pasal 339 KUHP tentang Pembunuhan dan Pemberatan.

Mereka berlima akan dituntut hukuman kurungan penjara selama 20 tahun lamanya.

Beberapwa waktu lalu, AKP Bambang Purnomo sempat mengaku heran saat memeriksa lima pelaku pembunuhan ini.

Sikap mereka cukup tenang saat diperiksa penyidik Satuan Reskrim Polres Tegal.

Bahkan saat diinterogasi, masing-masing menunjukan rasa tenang seperti tidak menyesali perbuatannya.

"Usai membunuh pelaku tetap melakukan kegiatan sehari-hari, artinya tidak kabur.

Mereka diamankan di rumah masing-masing.

Bahkan satu di antaranya ada yang sempat menghadiri pemakaman korban.

Ada pula yang turut menyaksikan evakuasi di TKP," kata AKP Bambang Purnomo.

Polisi bahkan harus memeriksa berulang-ulang hingga lima kali sebelum akhirnya menetapkan mereka sebagai tersangka.

"Saat dimintai keterangan sejak awal mereka tenang.

Berbelit-belit dan bolak balik.

Saya sempat heran.

Menurut saya mereka melakukan kejahatan spontan yang mereka anggap tidak perlu merasa bersalah atau takut," ujar Bambang Purnomo.

Kasus ini geger dan mencuat seusai warga sekitar menemukan jasad tinggal tulang-belulang di dalam karung pada rumah kosong, Jumat (9/8/2019).

Kelima pelaku memiliki peran masing-masing.

Mereka menghabisinya secara tidak terencana.

Sebelum dibunuh, korban disetubuhi Abdul Malik yang juga pacar korban.

Hubungan terlarang itu disaksikan langsung empat pelaku lainnya yang saat itu habis menenggak minuman keras.

Setelah menyetubuhi NH, Abdul Malik mencekik korban karena bertunangan dengan cowok lain.

Kelima tersangka kemudian ditangkap para penyidik Satreskrim Polres Tegal setelah 2 x 24 jam pasca-penemuan jasad. (Tribunjateng/gum)

Kakek 83 Tahun di Tegal Nikahi Gadis 27 Tahun, Terungkap yang Ngajak Menikah dan Jatuh Cinta Duluan

Ussy Sulistiawaty dan Andhika Pratama Sepakat yang Selingkuh Tak Boleh Bawa Harta Apapun

Viral Mbah Dirgo Nikahi Wanita 26 Tahun di Tegal, Nuraeni Pernah Cerai Lalu Sempat Gangguan Jiwa

Ada Event SemarJamu dan Semarang Introducing Market, Jalan Bojongsalaman Ditutup, Ada Didi Kempot

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved