Ratusan Unggas di Kota Salatiga Mati, Dispertan Minta Warga Lapor Bila Ada Keluarga Terkena Flu

Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Salatiga membenarkan adanya kejadian matinya ratusan unggas milik warga lingkungan RW 05 Cabean, Kelurahan Mangunsari

Ratusan Unggas di Kota Salatiga Mati, Dispertan Minta Warga Lapor Bila Ada Keluarga Terkena Flu
IST
Petugas Dispertan Kota Salatiga saat melakukan penyemprotan disinfektan massal di lokasi kejadian matinya ratusan unggas milik warga RW 05 Cabean, Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga. 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Salatiga membenarkan adanya kejadian matinya ratusan unggas milik warga lingkungan RW 05 Cabean, Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga yang mati mendadak.

Kematian mendadak unggas ini diduga terinfeksi flu burung, pada Senin (20/8/2019) kemarin.

Kepala Dispertan Kota Salatiga Mustain Soeradi mengatakan ratusan unggas milik warga yang mati terdiri dari sekitar 80 ekor ayam, 50 ekor bebek dan 4 ekor angsa karena terinfeksi virus H5N1 atau flu burung.

“Begitu ada laporan kami langsung turun lapangan dan lakukan rapid tes untuk mengidentifikasi awal.

Lalu memerintahkan peternak untuk memusnahkan unggas yang mati dan sakit,” terangnya kepada Tribunjateng.com, Selasa (20/8/2019)

Kombes Pol Ribut Jadi Dirkrimum Polda Kalteng, Tinggalkan PR Tabrak Lari Overpass Manahan Solo

BREAKING NEWS: Pencari Ikan Temukan Mayat Wanita Mengambang di Sungai Bengawan Solo Sragen

Ironis, Pelaku Pembunuhan Nurhikmah Mayat Dalam Karung di Tegal Malah Tertawa Saat Rekonstruksi

Semakin Rusak Lingkungan, Pemerintah Pasang Spanduk Himbauan Penambangan Liar di Kebumen

Dikatakannya pada hari ini jajarannya juga turun langsung memberikan sosiasilasi kepada warga setempat untuk melakukan sejumlah langkah seperti melokalisir atau mengandangkan unggasnya agar tidak berkeliaran dan tidak membawa keluar serta menjual keluar wilayah yang mengalami wabah flu burung.

Ia menambahkan, sampel darah unggas juga sudah dikirimkan ke laboraorium Kesmavet di Semarang dan melakukan koordinasi dengan Dinas Peternakan Kesehatan Hewan Provinsi Jateng.

Tujuannya secepatnya dilakukan desinfektasi kandang dan bantuan desinfektan ke peternak.

“Kami juga sudah berkoordinasi pula dengan Dinas Kesehatan Kota Salatiga, Puskesmas, Kecamatan dan Kelurahan agar turut memantau warga atau keluarga yang mengalami flu supaya dilaporkan,” katanya

Diketahui, puluhan unggas yang mati itu salah satunya milik Komari. Dari hasil rapid tes unggas mati yang terdiri dari ayam, angsa dan bebek itu ada yang positif terinfeksi virus H5N1 atau flu burung.

Namun hingga kini, belum ada indikasi virus tersebut menular ke manusia.

Pihaknya menegaskan Dispertan sudah melakukan langkah penanganan dengan melakukan penyemprotan disinfektan massal di lokasi kejadian dan membantu memberi bantuan disinfektan kepada peternak.

Disamping itu, juga terus melakukan pemantauan dan hingga kini belum ada kematian unggas susulan lagi.

“Dalam waktu dekat Dinas Pertanian juga akan melakukan disinfektan kandang lagi untuk memastikan lingkungan sudah aman.

Kami minta masyarakat untuk segera melapor ke Dinas Pertanian bila ada uanggasnya yang mati mendadak,” jelasnya. (ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved