Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

BREAKING NEWS: Kerusuhan di Fakfak Papua Barat, Pasar Thumburuni Dibakar

Kerusuhan terjadi di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Rabu (21/8/2019) pagi. , berdedar video pembakaran bangunan Pasar Thumburuni

Tayang:
Editor: m nur huda
Instagram/makassar_jobb
Kerusuhan di Fakfak Papua Barat, Rabu (21/8/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, FAKFAK - Kerusuhan terjadi di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Rabu (21/8/2019) pagi.

Kerusuhan di Fakfak ini diduga menyusul dari kerusuhan yang sebelumnya sempat terjadi di Manokwari, Senin (19/8/2019).

Dalam kerusuhan di Fakfak itu, berdedar video pembakaran bangunan Pasar Thumburuni.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @makassar_jobb, tampak sebuah bangunan berpagar biru dengan api yang membara.

Tampak tulisan di spanduk nama pasar 'THUMBURUNI FAKFAK' yang dipenuhi asap akibat kobaran api di sekitarnya.

Selain itu, akun Twitter @febrofirdaus juga turut mengunggah video pembakaran.

Tampak asap membumbung tinggi ke udara dan di sekitarnya terdapat massa yang berkumpul.

Massa terdengar meneriakan protes bersama-sama.

Hingga berita ini diturunkan, TribunWow.com masih mencoba menghubungi Kapendam mengenai kabar tersebut.

Jokowi akan Kunjungi Papua

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengunjungi Papua pasca kerusuhan di Manokwari, Papua Barat.

Hal itu diungkapkan oleh Staf Khusus Presiden untuk Papua, Lenis Kogoya.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com pada Selasa (20/8/2019), Jokowi berencana berdiskusi dengan masyarakat Papua.

"Mungkin dalam waktu yang tidak terlalu lama, kita ajak Pak Presiden ke Papua lagi untuk berdialog, berdiskusi dengan masyarakat Papua," kata Lenis Kogoya setelah bertemu Presiden Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Lenis Kogoya menjelaskan, Jokowi akan berkunjung ke Papua dengan agenda utama membahas dugaan persekusi dan tindakan rasial pada Mahasiswa Papua di wilayah Jawa Timur.

Selain itu, Jokowi juga akan menampung aspirasi dari rakyat Papua.

"Mungkin harapan-harapan apa saja yang masyarakat Papua pikirkan, kami akan minta langsung kepada Presiden. Mudah-mudahan minggu depan atau bulan ini lah. Supaya Presiden ke Papua dan ketemu langsung dengan masyarakat Papua dan Papua Barat," jelas Lenis Kogoya

Dikutip TribunWow.com dari Tribunnews.com, setelah kerusuhan yang terjadi di Manokwari serta beberapa wilayah lain, Lenis Kogoya berharap masyarakat Papua mengungkapkan rasa sakit hatinya hanya satu hari saja dan tidak berlarut-larut.

Lenis Kogoya mengaku dirinya sudah bertindak untuk menenangkan masyarakat Papua agar tak terpancing kabar bohong serta mengutamakan sikap memaafkan.

Ia mengimbau agar masyarakat cukup satu hari saja menumpahkan amarah dan tak berlarut-larut.

"Jadi sakit hati yang cukup satu hari, yang bakar kantor kah, di Papua Barat toh, bakar kantor DPR, kantor gubernur lama, dibakar, cukup sampai situ," tuturnya.

Sebelumnya, Lenis Kogoya sempat mengimbau massa kerusuhan untuk tidak berbuat kerusakan di tanah kelahiran mereka sendiri.

 "Saya minta masyarakat Papua janganlah, jangan kita merusak fasilitas negara, karena itu di kampung sendiri," ucap Lenis Kogoya.

"Kalau kita rusak berarti kan kita punya rumah sendiri rusak," lanjutnya, dikutip TribunWow.com dari kanal YouTube KOMPASTV, Senin (19/8/2019), 

Lenis Kogoya menyebut tentang fasilitas negara yang memerlukan waktu dan biaya untuk dibangun.

"Kalau saya sarannya sih saya sarankan masyarakat Papua harus menjaga fasilitas negara di Papua," kata Lenis Kogoya.

Sementara itu, Jokowi berjanji akan menjaga kehormatan warga Papua dan meminta semuanya untuk tenang.

Ia menyampaikan hal tersebut saat ditemui awak media di Istana Negara.

Wawancara itu diunggah di channel YouTube Kompas.com Reporter on Location yang tayang pada Senin (19/8/2019).

Di hadapan para wartawan, Jokowi mengaku sadar telah terjadi sesuatu yang membuat warga Papua tersinggung.

"Jadi Saudara-saudaraku, pace (bapak), mace (ibu), Mama-mama di Papua, Papua Barat, saya tahu ada ketersinggungan," ucap Jokowi.

Jokowi pun meminta seluruh warga Papua untuk saling memaafkan dan menjaga emosi.

"Oleh sebab itu, sebagai saudara se-bangsa dan se-tanah air, yang paling baik adalah saling memaafkan. Emosi itu boleh tetapi memaafkan itu lebih baik, sabar itu juga lebih baik," ucap Jokowi.

Kepala negara tersebut juga berjanji akan terus menjaga kehormatan warga Papua maupun Papua Barat.

"Dan yakinlah pemerintah akan terus menjaga kehormatan dan kesejahteraan pace mace mama-mama yang ada di Papua dan Papua Barat," jelas Jokowi.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul BREAKING NEWS - Fakfak Rusuh Menyusul Kerusuhan Manokwari, Pasar Dibakar Massa

Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved