Bupati Haryanto Tegaskan Tugas Bersama Menggaransi Kelangsungan Pendidikan Anak Kurang Mampu

Bupati Pati Haryanto bersama istrinya yang juga merupakan Ketua Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GN-OTA) Kabupaten Pati, Musus Indarnani, menyerahkan

Bupati Haryanto Tegaskan Tugas Bersama Menggaransi Kelangsungan Pendidikan Anak Kurang Mampu
TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Bupati Pati Haryanto (kemeja putih) bersama istrinya yang juga merupakan Ketua Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GN-OTA) Kabupaten Pati, Musus Indarnani (berbatik cokelat), menyerahkan bantuan kepada 250 Anak Asuh di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (21/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Bupati Pati Haryanto bersama istrinya yang juga merupakan Ketua Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GN-OTA) Kabupaten Pati, Musus Indarnani, menyerahkan bantuan kepada 205 Anak Asuh di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (21/8/2019).

Jumlah 205 anak asuh tersebut terdiri atas 125 anak asuh tingkat SD/MI, 60 anak asuh SMP/MTs, dan 20 anak asuh SMA/MA.

Terdapat dua jenis bantuan yang diberikan kepada anak asuh, yakni bantuan dari GN-OTA dan bantuan dari Baznas Kabupaten Pati.

Rincian bantuan dari pengurus lembaga GN-OTA Kabupaten Pati ialah, Rp 150 ribu per anak asuh SD/MI, Rp 250 ribu per anak asuh SMP/MTs, dan Rp 350 ribu per anak asuh SMA/MA.

Sementara itu, bantuan dari Baznas Kabupaten Pati ialah Rp 150 ribu per anak asuh SD/MI, Rp 200 ribu per anak asuh SMP/MTs, serta Rp 250 ribu per anak asuh SMA/MA.

Isu Garam Impor, Wakil Bupati Pati: Perusahaan Pengimpor Sudah Kami Beri Sanksi Sejak Januari 2019

Viral Selebaran Berisi Nama Gubernur Jateng Jadi Mendagri, Ganjar: Saya Ngurusi Jawa Tengah Saja

Ini Kronologi Kecelakaan Lalu Lintas di Ruas Tol Pekalongan, Yaris Seruduk Avansa yang Pecah Ban

Ini Nama-nama Korban Kecelakaan Innova Vs Avanza di Tol Pekalongan

Penyerahan bantuan ini, sebagaimana disampaikan Musus, merupakan satu di antara program kerja GN-OTA Kabupaten Pati pada 2019.

"Tujuannya untuk meringankan dan membantu anak asuh dari keluarga tidak mampu atau miskin yang masih duduk di bangku sekolah SD/MI, SMP MTS, dan SMA/MA," terang Musus.

Selain itu, kegiatan ini juga demi memberi motivasi pada anak-anak tidak mampu agar tidak putus sekolah dan agar kebutuhan akan perlengkapan sekolah seperti alat tulis, seragam, sepatu, dan tas dapat tercukupi.

"Adapun sumber anggaran penyerahan bantuan untuk anak asuh tahun 2019 bersumber dari APBD Kabupaten Pati dan bantuan dari Baznas Kabupaten Pati," pungkas Musus.

Pada acara penyerahan bantuan tersebut, Bupati Haryanto mengatakan, GN-OTA merupakan sebuah gerakan inisiatif dari masyarakat untuk menjaga agar anak-anak Indonesia mendapatkan pendidikan dasar sebagai landasan meraih masa depan yang baik.

Secara nasional, lanjut Bupati, pemerintah Indonesia menetapkan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun sejak tahun 1996.

Untuk memberi kesempatan pada anak dari keluarga kurang mampu untuk memenuhi wajib belajar, lanjut Haryanto, setiap tahun GN-OTA memiliki target anak asuh yang akan dibantu.

"Dengan semakin bertambahnya anak asuh maka kita semakin gencar mengajak masyarakat untuk berpartisipasi menjadi orang tua asuh guna mencerdaskan anak Indonesia," terang Haryanto.

Orang tua ASUH, lanjut Bupati, dapat berperan dalam membantu menyediakan seragam sekolah, sepatu, buku, pena, pensil sekolah dan berbagai kebutuhan pribadi anak untuk bersekolah hingga anak asuh dapat lebih fokus belajar.

"Ini merupakan tugas kita untuk memberikan mereka pondasi yang kuat demi masa depan mereka yang cerah dan menggaransi kelangsungan pendidikan dasar 9 tahun untuk mereka," tegasnya. (Mazka Hauzan Naufal)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved