Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

GNOTA Kabupaten Pati Bantu 205 Anak Asuh, Bupati; Cara Lain Berikan Garansi Pendidikan Dasar Anak

GNOTA merupakan gerakan inisiatif masyarakat untuk menjaga anak-anak Indonesia mendapatkan pendidikan dasar sebagai landasan meraih masa depan.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Bupati Pati Haryanto (kemeja putih) bersama istrinya yang juga merupakan Ketua Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) Kabupaten Pati, Musus Indarnani (berbatik cokelat), menyerahkan bantuan kepada 205 Anak Asuh di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (21/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Bupati Pati Haryanto bersama istrinya --Ketua Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) Kabupaten Pati--, Musus Indarnani menyerahkan bantuan kepada 205 anak asuh di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (21/8/2019).

Ratusan anak asuh tersebut adalah 125 anak tingkat SD/MI, 60 anak SMP/MTs, dan 20 anak SMA/MA.

Terdapat dua jenis bantuan yang diberikan, yakni bantuan dari GNOTA dan bantuan dari Baznas Kabupaten Pati.

Rincian bantuan dari pengurus lembaga GNOTA Kabupaten Pati ialah Rp 150 ribu per anak asuh SD/MI, Rp 250 ribu per anak asuh SMP/MTs, dan Rp 350 ribu per anak asuh SMA/MA.

Sementara itu, bantuan dari Baznas Kabupaten Pati ialah Rp 150 ribu per anak asuh SD/MI, Rp 200 ribu per anak asuh SMP/MTs, serta Rp 250 ribu per anak asuh SMA/MA.

Penyerahan bantuan ini, sebagaimana disampaikan Musus, merupakan satu di antara program kerja GNOTA Kabupaten Pati pada 2019.

"Tujuannya untuk meringankan dan membantu anak asuh dari keluarga tidak mampu atau miskin yang masih duduk di bangku SD/MI, SMP MTS, dan SMA/MA," terang Musus.

Selain itu, kegiatan ini juga demi memberi motivasi pada anak-anak tidak mampu agar tidak putus sekolah.

Dan pula agar kebutuhan akan perlengkapan sekolah seperti alat tulis, seragam, sepatu, dan tas dapat tercukupi.

"Adapun sumber anggaran penyerahan bantuan untuk anak asuh 2019 bersumber dari APBD Kabupaten Pati dan Baznas Kabupaten Pati," pungkas Musus.

Pada penyerahan bantuan tersebut, Bupati Haryanto mengatakan, GNOTA merupakan gerakan inisiatif masyarakat untuk menjaga anak-anak Indonesia mendapatkan pendidikan dasar sebagai landasan meraih masa depan yang baik.

Secara nasional, lanjut Bupati, pemerintah Indonesia menetapkan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun sejak 1996.

Untuk memberi kesempatan pada anak dari keluarga kurang mampu untuk memenuhi wajib belajar, lanjut Haryanto, setiap tahun GNOTA memiliki target anak asuh yang akan dibantu.

"Dengan semakin, bertambahnya anak asuh maka kami semakin gencar mengajak masyarakat untuk berpartisipasi menjadi orangtua asuh guna mencerdaskan anak Indonesia," terang Haryanto.

Orangtua asuh, lanjut Bupati, dapat berperan dalam membantu menyediakan seragam sekolah, sepatu, buku, pena, pensil sekolah dan berbagai kebutuhan pribadi anak untuk bersekolah hingga dapat lebih fokus belajar.

"Ini merupakan tugas kami untuk memberikan mereka pondasi yang kuat demi masa depan mereka yang cerah dan menggaransi kelangsungan pendidikan dasar 9 tahun untuk mereka," tegasnya. (Mazka Hauzan Naufal)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved