Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ingin Fokus Jadi Dubes, Rusdi Kirana Mundur dari PKB

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Rusdi Kirana memutuskan mundur dari keanggotaan partainya.

Tayang:
Grid.id
Rusdi Kirana pemilik Lion Air 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Rusdi Kirana memutuskan mundur dari keanggotaan partainya.

"Benar, saya mengundurkan diri dari anggota PKB," kata Rusdi, sebagaimana dikutip Antara, Rabu (21/8/2019).

Sekretaris pribadi Rusdi, Djadjuk Natsir yang sedang berada di Kuala Lumpur, Malaysia menambahkan, bosnya sedang membuat surat pengunduran diri.

"Surat pengunduran diri akan dibuat secepat mungkin dalam pekan ini," ujar Djadjuk.

Nantinya, surat pengunduran diri tersebut akan dialamatkan kepada Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar dan petinggi parpol lainnya.

Menurut Djadjuk, Rusdi terpaksa mundur dari PKB lantaran sudah sangat sibuk menjalankan aktivitasnya saat ini sebagai Duta Besar RI untuk Malaysia.

Kompas.com masih mencoba menghubungi Rusdi untuk mengetahui pasti apa penyebab ia mundur dari keanggotannya di partai yang baru saja menyelenggarakan Muktamar V tersebut.

Karier Politik Rusdi

Rusdi diketahui sebelumnya pernah menjabat Wakil Ketua Umum DPP PKB periode 2014-2019.

Namun, pria kelahiran Cirebon, 17 Agustus 1963 tersebut memutuskan mundur dari jabatan itu.

Sebab, ia dipercaya Presiden Joko Widodo menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada 19 Januari 2015.

Setelah dilantik menjadi Wantimpres, status pengusaha yang mengagas konsep penerbangan berbiaya murah (low cost carrier) itu di PKB adalah sebagai anggota biasa.

Pada saat yang sama, Rusdi Kirana juga mengundurkan diri sebagai CEO Lion Air Group dan saat ini hanya sebagai founder saja.

Rusdi meninggalkan pucuk pimpinan perusahaan yang pada tahun 2012 membawanya menjadi salah satu dari 40 orang terkaya di Indonesia.

Jumlah kekayaan Rusdi tahun itu sebesar 900 juta dolar AS.

Pada Mei 2017, Rusdi melepaskan jabatannya sebagai anggota Wantimpres.

Presiden Jokowi menugaskannya menjadi Duta Besar RI untuk Malaysia yang berkedudukan di Kuala Lumpur.

Kepada wartawan, usai pelantikan kala itu, Rusdi terang-terangan mengungkapkan ia meminta kepada Presiden Jokowi jabatan dubes ini.

Ia memilih Malaysia karena sejak dulu ingin mengurus berbagai permasalahan tenaga kerja Indonesia yang ada di sana.

Rusdi mengatakan, nantinya Kedubes Indonesia di Malaysia akan membantu tenaga kerja yang ada di sana untuk mengembangkan diri.

Dengan begitu, mereka tidak harus selamanya bekerja di negeri orang.

"Harapannya mereka kembali ke Indonesia, tidak berpikiran untuk kembali ke Malaysia."

"Kami berpikir mereka akan membuka UKM," kata Rusdi.

Posisinya sebagai anggota Wantimpres sendiri belakangan digantikan oleh tokoh Nahdlatul Ulama Yahya Cholil Staquf hingga penghujung berakhirnya masa jabatan Jokowi-Kalla.

Kariernya sebagai pengusaha di dunia penerbangan juga sempat membuat nama Rusdi digadang-gadang menjadi menteri perhubungan.

Terlebih ketika ia sempat berseteru dengan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan pada akhir 2015 terkait penutuan Bandara Budiarto.

"Saya janjikan, saya tidak akan jadi Menhub," ujar Rusdi di Kantor Pusat Lion Air, Jakarta, Senin (16/11/2015).

Fokus Jadi Dubes

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukmanul Khakim menyatakan pengusaha Rusdi Kirana, memutuskan keluar dari PKB lantaran ingin fokus menjalankan tugas sebagai Duta Besar.

"Saya sampaikan betul memang Pak Rusdi Kirana kirim (pesan) whatsapp kepada saya langsung."

"Beliau menyampaikan ingin fokus untuk totalitas waktunya menjadi dubes," ujar Lukman di lokasi Muktamar PKB, Westin Resort, Badung, Bali, Rabu (21/8/2019).

"Karena tentu menjadi dubes ini pekerjaan yang sangat penting bagi bangsa dan negara."

"Tentu saja kami menghormati keputusan beliau untuk mundur sebagai anggota PKB," lanjut dia.

Lukman mengungkapkan sedianya Rusdi hendak mengundurkan diri sejak lama.

Namun, ia meminta agar pengunduran diri Rusdi berbarengan dengan pergantian pengurus DPP di waktu Muktamar V PKB.

Lukman telah menyampaikan kabar pengunduran diri Rusdi kepada Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Ia mengatakan, Muhaimin menghormati pengunduran diri Rusdi.

"Pak Rusdi juga menyampaikan, 'Mas, sampaikan salam saya ke ketua umum dan seluruh kader PKB, saya enggak ada masalah dengan PKB. Saya hanya ingin memastikan ketersediaan waktu yang sangat terbatas ini sangat lebih berharga kalau saya lebih totalitas menjadi dubes," ujar Lukman menirukan pernyataan Rusdi. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Rusdi Kirana Mundur dari PKB dan Wasekjen PKB Sebut Rusdi Kirana Mundur karena Ingin Fokus sebagai Dubes

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved