Isu Garam Impor, Wakil Bupati Pati: Perusahaan Pengimpor Sudah Kami Beri Sanksi Sejak Januari 2019

Dalam forum rapat paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Pati, Rabu (21/8/2019), Wakil Bupati Pati Saiful Arifin menjawab isu mengenai garam impor yang

Isu Garam Impor, Wakil Bupati Pati: Perusahaan Pengimpor Sudah Kami Beri Sanksi Sejak Januari 2019
TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Wakil Bupati Pati Saiful Arifin membacakan Dokumen Jawaban Bupati Pati terhadap Pandangan Umum Fraksi DPRD atas Raperda tentang Perubahan APBD Kabupaten Pati 2019, Rabu (21/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Dalam forum rapat paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Pati, Rabu (21/8/2019), Wakil Bupati Pati Saiful Arifin menjawab isu mengenai garam impor yang merugikan petani garam lokal.

Isu ini sempat ditanyakan oleh juru bicara Fraksi Partai Gerindra Noor Laila pada rapat paripurna sehari sebelumnya.

Jawaban itu diberikan Saiful Arifin ketika ia membacakan dokumen Jawaban Bupati Pati terhadap Pandangan Umum Fraksi DPRD atas Raperda tentang Perubahan APBD Kabupaten Pati 2019.

"Mengenai permasalahan impor garam oleh CV Anugrah Sinar Laut (CV ASL), dapat kami sampaikan bahwa pada 2018, perusahaan tersebut berkesempatan menandatangani Letter Of Intent (LOI) pada Pati Business Forum.

Kesempatan itu diberikan atas komitmennya dalam membangun sentra garam di Pati," ungkap lelaki yang akrab disapa Safin ini.

 Ini Nama-nama Korban Kecelakaan di Tol Kabupaten Pekalongan

 Banyak Polisi Baru di Polres Salatiga Masih Berstatus Pelajar

BREAKING NEWS: Kecelakaan di Tol KM 333 Pemalang-Batang, Avanza Vs Yaris 1 Orang Meninggal Dunia

Viral Selebaran Berisi Nama Gubernur Jateng Jadi Mendagri, Ganjar: Saya Ngurusi Jawa Tengah Saja

Namun, lanjut Safin, pada kenyataannya CV ASL mengecewakan petani garam karena mengimpor garam.

Atas hal tersebut, tindakan yang telah ditempuh oleh Pemkab Pati adalah memberikan sanksi pada CV ASL berupa penurunan izin usaha, dari usaha garam 200 ribu ton per tahun menjadi 30 ribu ton per tahun.

Sanksi ini sudah dijatuhkan pada 11 Januari 2019.

"Sedangkan terkait impor garam, saat ini telah ditangani oleh Satgas Pangan Polda Jateng dan akan kami evaluasi kembali," papar Safin membacakan dokumen jawaban bupati.

Sebagaimana diketahui, pada forum Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pati, Selasa (20/8/2019), Fraksi Gerindra melalui Noor Laila menyoal gejolak yang terjadi di kalangan petani garam akibat meningkatnya impor garam.

Hal ini, menurutnya, amat disayangkan.

Mengingat, Kabupaten Pati merupakan produsen garam nomor dua nasional.

Fraksi Gerindra meminta Pemkab Pati memberi penjelasan terkait impor garam yang dimotori CV ASL (Anugrah Sinar Laut).

"Garam impor sangat mengancam petani lokal.

Harga garam turun tajam bahkan tidak laku dijual.

Ironisnya investor yang mendatangkan garam impor atas nama CV ASL justru mendapat reward dari Pemkab Pati.

Mohon penjelasannya," ujar Noor Laila dalam forum tersebut. (Mazka Hauzan Naufal)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved