Masuk 10 Besar PT Terbaik di Jateng 2019, Rektor UKSW: Kita Sambut Sukacita

Contoh, misalnya di indikator mahasiswa asing, UKSW tidak begitu banyak padahal harus proporsional dengan jumlah mahasiswa

Masuk 10 Besar PT Terbaik di Jateng 2019, Rektor UKSW: Kita Sambut Sukacita
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Rektor UKSW Dr Neil S Rupidara mendampingi Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita untuk mengisi diskusi Business Plan National Festival di Balairung UKSW Salatiga, Selasa (5/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Negeri (Kemenristekdikti) baru-baru ini merilis jajaran daftar perguruan tinggi (PT) terbaik secara nasional pada 2019.

Daftar itu meliputi klasterisasi perguruan tinggi non-vokasi (Universitas, Institut, dan Sekolah Tinggi) dan perguruan tinggi vokasi di Indonesia 2019.

Masuk dalam klaster dua di antaranya Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Kota Salatiga bersama tujuh universitas lainnya seperti Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Universitas Katolik Soegijapranata (Unika), Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Atas capaian itu Rektor UKSW Salatiga Neil Semual Rupidara mengaku bersyukur karena paling tidak peringkatnya kampusnya naik 13 tingkat, meskipun untuk mencapai posisi paling tinggi yang pernah diraih yaitu urutan ke-36 masih cukup jauh.

“Itu menunjukkan bahwa kompetisi di 100 besar nasional makin ketat, tidak mudah untuk overlapping satu dengan yang lain, semua PT makin sadar iklim kompetitif atau iklim pemeringkatan.

Mereka makin tahu capaian indikator sehingga berstrategi di semua item indikator,” terangnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (21/8/2019)

Menurutnya sebagai kampus swasta keseluruhan indikator yang ada tidak mudah dipenuhi dengan baik.

Contoh, misalnya di indikator mahasiswa asing, UKSW tidak begitu banyak padahal harus proporsional dengan jumlah mahasiswa.

Saat ini ada penambahan dosen asing, itu merupakan orientasi PT swasta yang punya kemampuan untuk membayar.

Akreditasi internasional juga telan biaya yang cukup costly bagi PT swasta.

Halaman
123
Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved