UPDATE : Pernyataan Resmi PT KAI Terkait Kecelakaan KA Ambarawa Ekspres vs Mobil Kijang di Semarang

PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) memberikan pernyataan resmi terkait kronologi kecelakaan mobil Toyota Kijang tersambar kereta api Ambarawa Ekspres

UPDATE : Pernyataan Resmi PT KAI Terkait Kecelakaan KA Ambarawa Ekspres vs Mobil Kijang di Semarang
TRIBUNJATENG/LIKEADELIA
Kecelakaan lalulintas, mobil kijang masuk sungai Banjir Kanal Timur di Tambak Lorok setelah tertabrak kereta api, Rabu (21/8/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) memberikan pernyataan resmi terkait kronologi kecelakaan mobil Toyota Kijang tersambar kereta api Ambarawa Ekspres di Jalan Cilosari, Semarang, Rabu (21/8).

Manager Humas PT KAI (Persero) Daop IV Semarang, Krisbiyantoro mengatakan Pusat Pengendali Perjalanan KA pada pukul 08.16 menerima informasi dari Masinis KA 162A Ambarawa Ekspres, Wahyu Tanoto, tujuan Surabaya Turi, di KM 2+0/1, petak jalan Semarang Tawang-Alastua, tertemper Toyota Kijang, pada lintasan tak berpalang pintu itu.

"Mobil yang melaju dari arah selatan dan akan menyebrang perlintasan KA tak terjaga tersebut menuju utara, telah mengalami mogok mesin. Sementara pada jalur tersebut, sudah terlihat KA dari arah barat, yang semakin mendekat," ujarnya, Rabu (21/8) petang.

Mobil yang tertemper KA terpental hingga masuk sungai Kali Banger.

"Sesaat kemudian KA berhenti untuk dilakukan pemeriksaan rangkaian, dan hasil pemeriksaan kondisi sarana tidak ada kerusakan. Kedua jalur baik hulu dan hilir kondisi aman tidak terhalang material mobil yang menemper, atau preipal dari jalan rel," bebernya.

Krisbiyantoro menambahkan pada pukul 08.20, KA 162A pun berangkat kembali untuk melanjutkan perjalanan kembali dari KM 2+0/1 untuk selanjutnya berhenti di Stasiun Alas Tua guna menyerahkan bukti keterangan tertulis tentang kejadian itu.

"Dikarenakan banyak kerumunan massa jajaran unit PAM, stasiun dibantu petugas dari Polsek Semarang Timur mengamankan lokasi. Bahkan, setiap KA yang lewat di lokasi tersebut, baik dari arah hulu maupun hilir diwajibkan untuk memperdengarkan suling lokomotif berulang-ulang, sebagai peringatan untuk lebih waspada," ungkapnya.

Adapun data korban, diketahui bernama Suyatno (47), dengan alamat Tegowanu Purwodadi, mengalami luka pada bagian kepala.

Korban pun sudah ditangani langsung oleh Polsek Semarang Timur, dan dirujuk ke RS Sultan Agung Semarang.

"Kondisi korban mengalami cedera kepala berat dan diduga mengalami patah tulang di bagian dada ketika dilakukan pemeriksaan rontgen dan selanjutnya masih dalam penanganan intensif di ruang ICU," pungkas Krisbiantoro.(hei)

Penulis: hesty imaniar
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved