Aktivis Papua Ini Sebut Satu Presiden yang Bisa Pahami Rakyat Papua: Mengembalikan Identitas Kami

Aktivis Papua, Filep Karma turut memberikan pandangannya terkait yang dirasakan masyarakat Papua

Aktivis Papua Ini Sebut Satu Presiden yang Bisa Pahami Rakyat Papua: Mengembalikan Identitas Kami
Youtube Mata Najwa
Aktivis Papua, Filep Karma turut memberikan pandangannya terkait yang dirasakan masyarakat Papua. 

Kami juga bertanya, sebab dialog yang diajukan oleh LIPI itu bagus, itu ditakuti, itu mungkin kita coba untuk berbicara tentunya ada hal yang disepakati dan ada hal-hal yang untuk tidak disepakati," kata Filep.

Lihat video dari menit ke 1.30:

Sedangkan Sekjen Federasi Kontras, Andy Irfan Junaedi yang terbiasa mendampingi mahasiswa Papua di Surabaya mengungkapkan apa yang terjadi pada Sabtu (17/8/2019).

"Ini adalah satu dari kejadian yang sering kali terjadi di asrama Jalan Kalasan, Surabaya, jadi selama 2 hari itu, itu situasi yang sangat mencekam bagi kawan-kawan di salam asrama," ungkap Andy.

Ia mengatakan, peristiwa itu membuat tak ada akses makan dan minum yang didapat mahasiswa Papua.

"Mereka bahkan tidak bisa mendapatkan makanan. Ada sejumlah teman di antara teman Papua yang kasih kirim makanan itu di asrama akhirnya malah ditangkap," sebutnya.

"Jadi saya kira itu menjadi memori kolektif bagi anak Papua yang tinggal di asrama, sebagai bentuk yang akan mereka ingat sampai nanti."

"Itu anak muda yang mereka ingin belajar, mengembangkan kapasitas dirinya sebagai bangsa Indonesia, bukan sekali tapi berkali-kali mendapat pelecehan, dihinakan, dianggap tidak Indonesia," jelasnya.

Sedangkan ia menegaskan, tidak ada yang tahu siapa yang mematahkan tiang bendera milik asrama.

Diketahui, hal itu sebagai pemicu awal adanya kerusuhan.

Halaman
1234
Editor: muslimah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved