Berharap Angkat Potensi Lokal, Masyarakat Batang Dilatih Menulis Esai dan Cerita

Balai Bahasa Jateng menggandeng Komunitas Slims Batang menggelar rangkaian kegiatan Gerakan Literasi Nasional (GLN) penulisan esai dan cerita

Berharap Angkat Potensi Lokal, Masyarakat Batang Dilatih Menulis Esai dan Cerita
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Para peserta saat mengikuti kegiatan Gerakan Literasi Nasional (GLN) penulisan esai dan cerita bermuatan lokal di Hotel Sendang Sari Batang, Kamis (22/8/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Balai Bahasa Jateng menggandeng Komunitas Slims Batang menggelar rangkaian kegiatan Gerakan Literasi Nasional (GLN) penulisan esai dan cerita bermuatan lokal selama tiga hari di Hotel Sendang Sari Batang.

Para peserta yang ikut yakni beberapa kalangan masyarakat, seperti Pustakawan Sekolah, Guru, Tenaga Administrasi Sekolah, dan Mahasiswa.

Perwakilan Balai Bahasa Jateng, Suryo Handono menjelaskan kegiatan itu bertujuan dapat membangkitkan semangat literasi masyarakat di daerah untuk bisa mengangkat potensi lokal.

"Kegiatan semacam ini juga kami gelar di beberapa daerah di Jateng dengan tujuan dapat membangkitkan semangat literasi masyarakat dengan mengangkat potensi lokal," tuturnya, Kamis (22/8/2019).

Menurutnya minat baca masyarakat di Batang sudah cukup bagus meski terhitung masih ada dalam tingkatan di bawah daerah-daerah lainnya.

Ada Isu Penabrak Lari di Overpass Manahan Solo Keluarga Polri, Ini Kata FX Hadi Rudyatmo

Kadang Jadi Kernet Truk, Sekeluarga Atlet Gulat Berprestasi di Brebes Ini Masih Hidup Memprihatinkan

Wartawan Walk Out Tak Mau Liput Menteri Hukum dan HAM di Nusakambangan, Ini Sebabnya

Lapas Baru di Nusakambangan Ini Dibuat Super Ketat, Terapkan One Man One Cell Hingga Pagar Kejut

Oleh karenanya dengan ini ia berharap Pemkab juga dapat lebih berkonsentrasi untuk turut memenuhi fasilitas penunjang kegiatan literasi.

Perwakilan Komunitas Slims Batang, Nur Seto menjelaskan untuk pelatihan menulis esai dan cerita didatangkan pula sejumlah pemateri, seperti Achiar M Permana dan Dhiyah Endarwati.

"Tidak hanya pelatihan menulis, tetapi juga diterangkan pentingnya budaya literasi, sebagai penangkal hoax," jelasnya.

Karena menurutnya, dengan budaya literasi mampu menelaah dan menyaring, mana informasi yang benar atau fakta dengan informasi yang hoax.

Ia juga berharap kegiatan ini mampu menggugah kontribusi pemkab untuk bersama membangun literasi di Batang.

"Selain itu kami juga berharap Pemkab dapat memfasilitasi kegiatan literasi yang ada di sekolah dengan mengoptimalkan peran pustakawan atau tenaga perpustakaan," pungkasnya. (din)

Penulis: dina indriani
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved