Hendi Ajak Warga Kota Semarang Tak Sudutkan Pendatang

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengajak warga Kota Semarang tidak menyudutkan pendatang.

Hendi Ajak Warga Kota Semarang Tak Sudutkan Pendatang
Tribunjateng.com/Reza Gustav Pradana
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengajak warga Kota Semarang tidak menyudutkan pendatang.

Terutama pada hal-hal yang menyangkut sentimen identitas suku maupun agama.

Sebagai kota yang dikenal majemuk, ia mengajak warga Kota Semarang untuk menyambut pendatang tanpa melihat asal usul suku dan agama.

"Sambutlah dengan baik.

Tampilkan hal-hal yang mencerminkan bingkai NKRI.

Tidak boleh menyudutkan pendatang dalam konteks apapun terkait SARA," ujar Hendi, Rabu (21/8/2018).

Mengenal Batik Ciprat karya Mulyono dari Purbalingga Dibandrol Sampai Rp 250 Juta

Pipa Gas di Desa Kuripan Demak Semburkan Lumpur, Warga Cuma Ditawari Kompensasi Rp 3 Juta

Kadang Jadi Kernet Truk, Sekeluarga Atlet Gulat Berprestasi di Brebes Ini Masih Hidup Memprihatinkan

Ini Dia Lapas Khusus Kelas II A Karanganyar Nusakambangan, Khusus Untuk Penjahat Beresiko Tinggi

Kepada warga pendatang, Hendi meminta untuk dapat menyeseuaikan diri.

Serta menjalin hubungan sosial secara terbuka sehingga tidak timbul rasa saling curiga.

"Kepada warga pendatang, tidak hanya warga Papua, mari kawan-kawan mengikuti budaya, kebiasaan, di lingkungan masing-masing.

Upayakan tidak menjadi warga pendatang yang eksklusif.

Kemudian tidak mau bergaul dengan tetangga," tuturnya.

Menurutnya, kondisi asrama mahasiswa Papua di Jalan Tegalwareng II Kelurahan Candi Kota Semarang kondusif.

Sebelumnya, warga sekitar memasang spanduk bertuliskan penolakan asrama dijadikan kegiatan yang berkaitan kemerdekaan Indonesia, Minggu (18/8/2019).

"Keberadaan mes Papua di Semarang alhamdulillah hari ini situasinya stabil, kondusif.

Ada berita satu dua itu hal yang biasa tidak sampai bergejolak, tidak memancing keributan," katanya. (Jam)

Penulis: Jamal A. Nashr
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved